Minggu, Februari 16, 2020

Legung Sendu

Photo by Jessica Johnston on Unsplash
Rasa kecewa itu masih ada
Rasa sedih itu masih ada
Sedikitpun tidak memudar

Karena sakit itu terlalu dalam
Letih sebenarnya
Lelah sebenarnya

Tapi, tetap saja
Tangis mengingatkan
Sungguh sesak di dada
Ingin lupa
Tapi tidak bisa

Bukan perkara dendam
Bahkan hingga kini tidak ingin membenci
Sudah seperti saudara sendiri

Tawa masih sama
Menyingsingkan lengan jika diperlukan
Tapi, tetap saja
Tangis mengingatkan

Mungkin karena ikhlas belum ditemu
Marah bisa diredam
Namun, kecewa tetap menggumam

Minggu, Februari 09, 2020

Pagi Terakhir (1)


Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash
Terkadang ada rasa yang harus segera dilawan. Sebuah kisah panjang yang masih harus diperjuangkan, tidak ada kata besok atau nanti. Sekarang dan harus saat ini, semuanya terasa seperti biasa. Banyak peristiwa tapi selayaknya tidak terjadi apa-apa. Beban yang dipikul terlalu berat lebih dari rasa, yang tidak berhak untuk merasa.

Menangis bisa ditahan perih hatinya tidak terlihat. Kewajiban untuk keluarga di rumah. Seorang ayah membanting tulang, bersahabat dengan peluh keringat. Hanya ingin menafkahi pikirnya, itu yang diingatnya.

Padahal anaknya baru saja pergi. Jauh tidak kembali, mendadak terbaring. Baru saja pagi tadi berjumpa. Berpamitan ingin ke sekolah. Telepon berdering seketika, yang di rumah memberi kabar, sedih dan perih ketika berbicara. Terbata-bata berkata, tidak sampai hati menyampaikan. Sang buah hati telah berpulang.

Pagi itu memang tidak seperti kebiasaan. Bangun dan selalu riang, menyempatkan untuk sekedar sebentar menjahili Sang Kakak saat bersiap-siap ke sekolah. Akan tetapi, hampir tidak terdengar sama sekali suaranya. Terlalu banyak diam, hingga berpamitan dengan kata-kata singkat. Keluarga pun tidak merasa ada yang janggal. Mungkin, hanya sedang tidak ingin berbicara.

Pakaian seragam berwarna coklat terakhir yang terlekat. Hanya berjarak beberapa meter,tidak banyak menit yang dibutuh untuk waktu yang telah ditempuh. Kabar sedih itu datang mendadak dari mereka yang berangkat beriringan bersama. Bahwa yang disayang sudah tidak bernyawa.

Masih bingung dengan keadaan. Akan tetapi harus menghadapi kenyataan yang menyedihkan. Segera menuju tempat yang telah disebut, tubuh telah terbujur kaku.Padahal, masih banyak hal yang ingin dilakukan. Perjalanan ke sekolah yang tidak terselesaikan, anak kesayangan telah pergi meninggalkan.

Pagi itu menjadi perjalanan terakhirnya
Pagi itu menjadi seragam terakhir dikenakannya
Pagi itu si ibu menangis
Pagi itu si ayah menangis

Seluruh orang sangat kehilangan
Dengan mendadak ia pergi meninggalkan

Banyak suara yang meronta
Menjerit tak karuan
Menderu Isak tersedu

Pagi itu ia masih ada
Pagi itu juga ia telah tiada

Suara ramai klakson, terang lampu kendaraan menjadi temannya di sepanjang malam. Menyetir melawan kantuk, bersiaga dan waspada. Namun malam itu dihiasi lantunan do'a terbaik untuk ketenangan si bungsu kesayangan. Sang ayah ikut di tengah-tengah barisan. Duduk bersama para tetangga agar anaknya tenang di tempat barunya.

Dering telepon menyeru lekas balik ke rumah. Untuk hari itu, sang ayah tidak menyetir. Memutar balik arah untuk pulang. Momen terakhir mengantarkan anaknya, hari yang sangat mengejutkan baginya. Ia kira akan bekerja seharian, menyetir kendaraan dengan roda-roda besar seperti biasa. Pulang ke rumah jika sudah waktunya dan anggota keluarga dengan jumlah yang utuh akan menyambut kedatangannya. Termasuk si bungsu.

Namun, hari itu harus pulang bekerja lebih awal. Langsung meletakkan pekerjaannya, bergetar tubuh mendengar kabar duka. Sang Ayah mengira hanya kecelakaan biasa, padahal puteranya sudah tidak bernyawa. Jika dengan sakit bisa diobati, bagaimana dengan kehilangan? Tidak akan bisa dimiliki lagi. Beberapa hari akan meratapi, begitu cepat puteranya pergi.

Ingin memutar waktu
Tetapi sudah berlalu
Yang pergi tidak akan kembali
Yang pergi tidak dapat dijumpai lagi

Peluh keringat mencari nafkah
Untuk mereka yang di rumah
Tetapi keluarganya tidak lagi sama
Ada yang tidak bersama

Kue ulang tahun sudah ditempah
Bentuk dan rupa sesuai selera
Tetapi do’a dilantunkan berbeda
Sungguh malang nasib badan
Telah pergi meninggalkan

Jumat, Januari 31, 2020

Dimensi Waktu

sumber gambar : undraw.co

Bangun pagi, dengan perasaan lusuh yang selalu rajin mampir. Beranjak dari kasur, menarik napas harap malas segera luntur. Sepotong roti, selai manis stroberi menjadi santapan setiap hari. Lalu, menyeruput kopi hitam pekat. Aromanya sedikit menenangkan pikiran yang campur aduk, mata yang masih mengantuk juga perasaan suntuk.

Ke sekolah, bekerja, berbelanja, atau diam di rumah. Ada kesibukan yang padat menyita waktu sesuai porsi yang telah dibagi. Seperti terjebak waktu, rotasinya berputar di satu poros.Dua puluh empat jam sehari, tiga puluh hari dihabiskan, dengan beragam kegiatan.

Hari ini menaiki kendaraan yang sama lagi, karena memang tidak pilihan yang lain. Berdesakan di dalam kereta. Masing-masing penumpang ada tujuannya. Dengan menempuh beberapa menit, menunggu sambil membaca berita elektronik, atau sekedar berbincang dengan mereka yang sering ditemui. Dalam sepekan orang-orang dengan wajah serupa, sering duduk bersebelahan, hingga akhirnya akrab dengan tidak disengaja.

Duduk berjam-jam, menatap layar berukuran beberapa inci. Deretan baris berisi angka dan kata-kata, diketik dengan seksama. Tidak boleh ada yang salah maka akan beda hasilnya. Membuat laporan jika diminta. Mencetak kertas basah yang sudah terkena tinta.

Kemarin mendengarkan suara bentakan, ternyata hari ini juga. Menurutnya ada yang kurang saat proses pengerjaan. Harus kembali diulang, jika belum dapat koreksi yang membenarkan maka tidak akan boleh pulang. Terlewatkan begitu saja petang yang ada di depan mata. Dengan angkuhnya turut menenggelamkanmentari dari sebelah barat.

Menghela napas lagi. Lelah sudah pasti.Ketika memilih jalan seperti ini untuk di lalui, maka harus dinikmati. Lembaran almanak di dinding sudah bermacam-macam corak diganti. Berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, namun masih setia duduk di satu ruangan itu.

Esok pagi-pagi harus naik kereta lagi. Berdesak-desakan seperti itu lagi. Bentakan berirama keras sang nyaring. Telinga sudah terlanjur kebal mendengarnya, tapi hati ini tetap saja merasa sedih. Rasanya seperti dejavu, padahal memang kenyataan yang terjadi seperti itu. Rotasi yang sama berputar dengan sesukanya.

Terjatuh dalam mesin waktu
Terus-menerus
Terulang hingga menjeluak
Pasti begini
Pasti begitu

Terjatuh dalam mesin waktu
Sama dengan esok
Tidak ada yang belok
Tetap Lurus berjibaku

Matahari tetap terbit dari timur, lalu terbenam perlahan di sebelah barat. Angin akan terus berhembus, oksigen mengalir memberi napas. Bulan juga akan tampil di malam hari. Semuanya banyak yang pasti di dunia ini. Bekerja setiap hari, jadwal yang padat dalam sepekan. Bangun pagi pulang sore hari. Dimarahi, hari ini. Terus berulang siklusnya.

Akan tetapi  kejenuhan yang dialami, tetap harus disyukuri. Dan bisa saja, walaupun hari ini dirundung hujan ketika beraktifitas, namun, belum tentu besok juga akan hujan. Setiap waktu punya rahasianya masing-masing. Hari berganti begitu pula dengan takdir yang dibawanya, percayalah tidak akan pernah sama, selagi terus berpikir positif. Dikala pikiran kusut melanda, lakukan hal-hal yang menjadi kegemaran untuk menimbulkan rasa nyaman.

Sekedar mencari udara segar di luar ruangan sempit, melihat awan bergerak beriring. Polanya juga selalu berubah. Kadang bulat, bergerigi, dan lain-lain. Terjebak di mesin waktu, berputar terus menerus. Namun, akan ada keajaiban menanti jika hati ini bersabar dalam menjalani.

Senin, Januari 27, 2020

Larik Kata Dan

sumber gambar : undraw.co
Larik suluh ini berdebaran
Berpadu dengan padmarini kehidupan
Sebuah rasa, dirasa setiap manusia

Larik lusuh ini berdebaran
Kama di asa, mala turut menyerta
Notasi berbunyi ditiap-tiap nada berbeda

Jantung berdetak, napas berhembus. Irama kehidupan menyatu dalam roda takdir yang tidak akan pernah berhenti berputar. Selagi hidup, akan banyak perasaan yang dialami, persimpangan yang di lalui. Selama itu pula akan dipenuhi banyak emosi yang mengisi jiwa atau menguras pikiran. Kebimbangan sukar dihilangkan, kekhawatiran erat digenggaman.

Perasaan yang selalu dialami setiap manusia yang hidup. Banyak macamnya, rupa dan warna. Tidak dapat disamakan, bentuk yang satu dengan yang lain. Terkadang ego menguasai jiwa, marah tidak dapat dipendam, tangis berlarut-larut dalam lara. Beberapa kejadian malang, ditinggalkan oleh dia atau mereka yang sudah menghilang.

Atau bahkan, seharian merasa kebahagiaan. Mulai subuh hingga petang, banyak bertemu orang-orang. Hanyut ketika mendengar sebuah kisah, hingga hati ini tergugah. Setiap detik yang berpacu, maka banyak lahir cerita-cerita baru. Dari ujung sana sampai sudut di situ, menyimpan berbagai gambaran dalam hidup.

Ingin memberi faedah agar cerita duka sedikit memberi rasa bahagia. Dengan deret kata-kata ini, berharap dapat menemani yang sedang patah, marah, terluka. Terkadang perlu menangis, juga perlu tertawa. Banyak pengalaman yang telah dibagi oleh orang-orang di sekitar. Dari hal itu dapat diambil pembelajaran dan hikmah.

Deretan kata dari halaman di Blog ini ditulis dengan tujuan untuk saling menyemangati dan menemani, segala rasa hati yang sedang dialami. Bait-bait puisi menjadi penghibur dikala suara enggan terbuka. Berharap bisa meringankan luka, enggan memberi label kebijaksanaan, karena masih jauh dari kesempurnaan. Jika pembaca menjadi termotivasi, maka saya mengucapkan banyak terimakasih dan bersyukur sekali. Alhamdulillah.

Sebagai seorang introver, awalnya sering memendam rasa. Sulit untuk bicara, maka dari itu kukatadan.com, berasal dari singkatan Ku Kata Dan(Dan diambil dari nama saya, Lusi Dan). Maknanya ialah Blog yang mewakili perkataan atau perasaan yang sedang saya alami. Hal ini menjadi wadah untuk bercerita. 

Seiring waktu juga melampirkan pengalaman-pengalaman dari teman-teman, keluarga, orang asing yang bertemu di jalan, dan lain-lain. Seperti yang sudah dituliskan di atas, bait puisi kian menemani, menjadi pelipur lara, berprosa dengan kosakata, berirama disetiap paragraf yang telah tercipta.

Minggu, Januari 26, 2020

Freelance : Pekerjaan Masa Kini

sumber gambar : undraw.co

Sebuah wabah menjangkiti, dari kalangan atas hingga bawah. Masing-masing terkena, entah mengapa bisa, kemampuan bercampur dengan teknologi yang kian berkembang pesat dan menjangkau hingga ke seluruh pelosok dunia. 

Dengan jaringan internet kini semua orang bisa berinteraksi sesuka hati. Dapat bekerja sesuai bakat yang dimiliki, tanpa harus keluar rumah. Perangkat komputer atau laptop, sudah lebih dari cukup sebagai peralatan yang mendukung pekerjaan. Juga smartphone yang memiliki fitur-fitur lengkap dan mudah dibawa kemana pun hendak bepergian.

Kalimat di di atas yang kini memang menjadi rahasia umum dalam kemajuan juga penggunaanya. Mulai dari elektronik, alat-alat mekanik, pakaian cantik hingga lingkungan pendidikan yang apik. Kini makin masuk semakin dalam ke sebuah masa, Zaman Milenial banyak disebut orang-orang. Dengan teknologi yang mumpuni, akan menjadi akses termudah untuk segala lapisan. Pekerjaan menjadi efektif dan efisien untuk dikerjakan.

Antar kota, daerah, pulau hingga negara. Tidak akan menjadi hambatan, digitalisasi menjadi jembatan untuk banyak keuntungan. Di antaranya ialah, penghematan jarak tempuh, biaya operasional, peralatan yang memadai sesuai kebutuhan, waktu yang terpangkas secara habis. Namun tindakan secara profesional tidak perlu diragukan. Kualitas kinerja sama seperti mereka yang berada di kantoran.
sumber gambar : undraw.co
Freelance atau bekerja lepas. Tanpa terikat kontrak, di mana saja dan kapan saja bisa menyelesaikan pekerjaan yang diminta. Segala bidang sudah dapat dijangkau. Presensi tidak menjadi poin penting. Sangat ditekankan dalam pekerjaan ini ialah profesionalitas. Tren masa kini yang memberi banyak kebermanfaatan.

Para pekerjaanya disebut sebagai Freelancer. DIGIMART.CO.ID yaitu salah satu Situs Freelancer Indonesia, sebuah marketplace produk dan jasa digital. Menyediakan fasilitas bagi para pekerja lepas. Untuk tergabung dengan situs ini, langkah awal yang dapat dilakukan ialah melakukan pendaftaran atau registrasi. Hal ini agar dapat memudahkan untuk menampilkan bakat atau bidang yang dikuasai. Caranya sangat mudah, silakan ikuti tahap demi tahap di bawah ini :

1. Kunjungi situs DIGIMART.CO.ID

2. Akan muncul tampilan seperti ini, lalu klik DAFTAR


3. Setelah itu, isi secara lengkap data diri yang diminta. 


4. Jika sudah selesai mengisi form pendaftaran maka, sudah resmi bergabung di DIGIMART.CO.ID

Pendaftaran juga berlaku bagi konsumen yang sedang membutuhkan Freelancer untuk mengerjakan jasa Desain Grafis, Digital Marketing, Script dan Pemrograman, Penulisan dan Terjemahan. Cara kerja sebagai seorang Freelancer tidak rumit. Proses yang dibutuhkan juga dapat berlangsung cepat. Agar memberikan kinerja secara maksimal dan profesional, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Menyediakan jasa yang berkualitas.

Pihak DigiMart akan melakukan pengecekan terhadap jasa yang akan dipublikasikan. Agar ke depannya para konsumen tidak merasa kecewa.

2. Penjelasan yang lengkap

Memberikan detail dari jasa yang ditawarkan. Ketika konsumen membutuhkan lebih banyak hal yang ingin ditanya, maka harus merespon dengan sopan dan memberikan data yang akurat. Juga menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah disepakati.

3. Rating

Ketika kedua hal tersebut sudah dilakukan maka Freelancer akan mendapat rating yang tinggi. Dan sudah pasti keuntungan akan didapati.

Jika sudah memiliki akun maka segeralah untuk membuat penawaran pekerjaan. Beberapa langkah dibutuhkan untuk melengkapi data-data penjualan jasa, ialah :

1. Pada tampilan akun, klik di bagian ujung kanan tampilan


2. Pilih Buat Baru

3.  Ikuti langkah-langkah mudah yang disediakan

4. Selanjutnya harus bersabar.

Selesai mengisi form penawaran, maka harap bersabar untuk menunggu balasan dari pihak DigiMart. Untuk proses pengecekan kelayakan. Namun, proses ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika diterima maka, penawaran dapat dipublikasikan. Nah, untuk para konsumen dapat memilih produk jasa yang diinginkan, dengan harga terjangkau dan kualitas pengerjaan yang terbaik tentunya. 

Berikut ini tahap penjelasan untuk konsumen agar mendapatkan jasa sesuai kebutuhan :

1. Cari Penawaran Jasa

DigiMart menyediakan banyak jasa yang berkualitas.

2. Rincian Penawaran

Baca dan pahami dengan teliti produk-produk yang ditawarkan.

3. Pembayaran

Lakukan pembayaran sesuai harga yang telah disepakati. Bisa melalui transfer antar bank dengan cara yang aman.

4. Tahap Akhir

Ketika pekerjaan telah diselesaikan, periksa kembali apakah sudah cocok dengan yang dibutuhkan. Jika iya, ,maka berikan konfirmasi agar pihak DigiMart meneruskan pembayaran kepada  Freelancer.

Maka dengan begitu pesanan telah diselesaikan. DigiMart memberikan banyak kemudahan. Sebagai seorang Freelancer tidak membutuhkan pendidikan yang tinggi sesuai bidang yang diminati. Karena kemampuan atau skill yang menjadi poin penting dalam penilaian kinerja. Tua dan muda, ibu rumah tangga, bahkan pekerja kantoran pun bisa menjadi Freelancer.
sumber gambar : undraw.co
Karena waktu yang dibutuhkan sangatlah efisien, keuntungan yang didapat juga berlimpah. Tidak lupa pula pahala turut serta, karena telah membantu banya orang. Akan tetapi, jadilah Freelancer yang amanah. Ketika diberikan beban tanggung jawab sebuah proyek yang harus diselesaikan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan perkembangan teknologi yang tersedia masa kini untuk perkembangan karir, dan menjadi Freelancer yang semakin sukses.

#SitusFreelancerIndonesia
#MarketplaceProdukdanJasaDigital
#DigiMart

Selasa, Januari 21, 2020

Antara Nyata Dan Binar Angan

Photo by Sebastián León Prado on Unsplash

Tergopoh-gopoh berjalan
Membekas hasrat
Lekat terpaut, terajut
Bersama nyata, bimbang tak berujung

Bukan maksud ingin bertele-tele dengan tujuan hidup. Namun, yang terjadi ialah antara keinginan dan kenyataan sering bertolak belakang. Saling bersinggungan. Adanya impian ingin diwujudkan, maunya menjadi pilot, penulis terkenal, bersekolah atau kuliah di tempat yang terkenal, guru, pengusaha, penyiar radio, menikah dengan pendamping yang diinginkan, dan lain sebagainya. Banyak yang ingin dicapai, seperti kata pepatah “Gantungkan mimpi setinggi-tingginya”.

Sama sekali tidak ada yang salah dengan hal itu. Akan tetapi, bagaimana dan apakah mampu mempertahankan mimpi tersebut? Proses yang akan dilalui pasti panjang dan melelahkan. Menuju arah yang diharap untuk menjadi akhir dari tujuan. Bebatuan yang keras dan cadas. Setiap kalimat yang akan keluar dari pembicaraan mematahkan semangat.

Sebagian akan memberi semangat dengan tulus. Akan terus mendukung setiap langkah bertapak, sesulit apapun keadaan tetap ada mendampingi juga menggembirakan dikala hati kesusahan. Yang lain? Entah apa yang ada di dalam pikiran, tapi pasti ada ucapan yang menyakitkan. Orang-orang dengan aura gelap, menebarkan patah semangat.

Mereka mencoba mengajak berpikir secara nyata “Harus realita” menurutnya. Jika mengikuti perkataan-perkataan itu, maka tidak dapat dipungkiri hati dan pikiran akan segera berpaling dari mimpi. Terbias akibat ketiadaan dukungan.

Bertemu dengan suatu kondisi kerap hadir dan sangat mengusik, yaitu kekurangan atau bahkan sama sekali tidak memiliki biaya. Setiap hal mencapainya akan membutuhkan pengeluaran keuangan walaupun sedikit. Ini, menjadi momok menakutkan. Belum berupaya maka akan langsung menyerah jika menyangkut biaya.

Lalu, Apakah Akan Menyerah?

Photo by Thomas Stephan on Unsplash

Tarik napas lalu segera hembuskan. Rasakan setiap desiran angin yang menyentuh pori-pori kulit. Perlu untuk mengistirahatkan pikiran. Terlalu tegang urat-urat saraf, kaku sekujur tubuh, terlalu banyak coretan. Penuh dengan segala hayalan, omongan yang tidak berkepentingan, juga kekhawatiran.

Berikan jeda sementara untuk melanjutkan langkah. Beberapa waktu dibutuhkan, bukan selamanya. Hanya sejenak untuk mendinginkan isi kepala dan pikiran. Sudah terlalu kusut ketakutan yang terajut. Butuh udara segara, agar dapat membenahi kembali apa yang menjadi impian. Banyak yang menjadi rintangan, akan tidak mudah, berkelok-kelok arahnya.

Namun, janganlah menyerah. Ingat, ketika hati sudah berniat maka semesta akan turut membantu. Buatlah daftar rencana apa yang akan dilkakukan, mulai dari yang terkecil, termudah, terjangkau. Tidak perlu melakukan hal besar di awal, jika itu bisa menguras tenaga dan pikiran. Santai, begitulah kira-kira. Jangan langsung memaksakan kegiatan yang tidak bisa dilakukan.

Kerjakan semampunya terlebih dahulu. Sedikit demi sedikit lama-lama akan mencapai bukit. Sepanjang jalan akan bertemu orang-orang yang baik hati, sedia membantu tanpa pamrih. Adanya keberuntungan juga tidak dapat dipungkiri. Namun doa dan kerja keraslah yang akan mengantar hingga ke puncak. Tetap pertahankan impian.

Ketika mengalami masa-masa sulit, jangan sungkan untuk meminta bantuan dengan teman atau kerabat. Mungkin dari hal itu akan menemukan jalan baru yang tadinya sudah buntu. Maka, perbanyaklah silaturahmi. Cari dan temukan lingkungan yang sepahaman, ini sangat penting. Untuk saling menjaga kekonsistenan niat dan langkah.

Maka, impian jangan dilepas apalagi terlupa. Impian ialah salah satu adegan dalam kehidupan. Siapapun dapat menjadi tokoh utamanya. Setiap orang bisa mengambil peran untuk menjadi apa dan siapa dalam kehidupannya.  Akan banyak pemeran yang lain untuk mendukung demi  terwujudnya sebuah cerita cita. Selamat bermimpi dan meraihnya!

Kamis, Januari 09, 2020

Hambatan Dalam Menulis Dan Solusi Mengatasinya


Photo by Nick Morrison on Unsplash

Terkadang pemikiran itu datang dengan berantai yang tidak berputus. 
Sambung dan menyambung hingga tidak berujung. Semisal batang kayu, mengeraskan urat-urat saraf. Hingga mata tak bergeming menatap layar berukuran inci. Tidur pun jauh di ujung harap. Takut terbuang sia-sia. Ide yang ada di kepala
Ketika melakukan kegiatan yang sangat disukai, bisa bertahan selama berjam-jam dalam menyelesaikannya. Bahkan waktu akan berputar dengan cepat. Terasa hanya sebentar. Padahal, jarum detik sudah berputar pada porosnya hingga menjadi hitungan menit dan seterusnya. Menekuni hobi tidaklah salah, justru itu bagus. Memberikan pemikiran positif, energi yang baik, menghasilkan hasil akhir yang menyenangkan hati juga manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

Menulis kini semakin diminati. Caranya mudah, hasilnya juga cukup memuaskan. Generasi milenial masa kini, sudah semakin kreatif dalam membuat karya tulisan. Namun, peminat dalam bidang kepnulisan bukan hanya anak-anak muda. Ibu rumah tangga, pekerja, dan lain-lain. Dapat menjangkau segala kalangan.

Mengisi waktu luang saat jam istirahat sekolah bisa  dimanfaatkan untuk menulis. Ketika pekerjaan di kantor telah selesai, daripada melakukan hal-hal percuma. Seperti menstalking akun mantan yang telah bahagia dengan yang lain, lebih baik gunakan waktu yang ada untuk membuat sebuah karya. Cerita dari pengalaman pribadi juga dapat dibagi. Tapi, konten tulisan tetap harus yang baik dan benar yaa. Agar para pembaca juga merasa nyaman ketika menikmati kata demi kata yang ditulis.

Menulis memang mudah. Dimanapun tempat dan kapan saja bisa dilakukan. Bersama teman atau desiran angin kesendirian dengan secangkir kopi yang tersedia. Manis atau pahit, tergantung selera masing-masing. Akan tetapi, ketika sudah berniat ingin menjadi penulis, hendaknya membuat sebuah komitmen untuk terus menjaga niat tersebut. Agar sebuah karya tidak berhenti di tengah-tengah prosesnya.

Nah, ini yang terkadang menjadi kendala bagi sebagian penulis. Ada masa-masa dimana semangat menulis sangat menggebu-gebu. Semangat membara, tidak padam walau ada halangan dan rintangan yang menjadi beban pikiran. Iya, segala hambatan yang berada di luar diri akan sekuat tenaga untuk ditaklukkan. Apa saja itu?

Masalah-masalah eksternal yang kerap hadir, cukup mengganggu. Namun tetap bisa diatasi. Yaitu kendala-kendala yang bukan berasal dari dalam diri. Masalah ini biasanya berupa peralatan atau perlengkapan yang tidak memadai untuk melakukan kegiatan menulis, yuk segera kita bahas.

1. Ketidak Tersediaan Laptop/PC

Kendala awal yang biasanya terjadi ketika ingin menulis, namun belum memiliki peralatan tersebut. Menggunakan laptop/pc memang sangat membantu, dengan layar monitor yang cukup luas, bisa meneliti jika ada tanda baca atau ejaan yang kurang tepat. Juga dapat lebih cepat mengetik, karena papan ketik yang digunakan sangat lengkap dalam menampilkan huruf-huruf. Namun, jika tidak memiliki tidak perlu bersedih. Solusi pertama ialah kini, telepon pintar sudah memiliki banyak aplikasi untuk membantu menyelesaikan tulisan. Sedikit risiko yang dirasakan ialah jari jemari akan sangat pegal, terutama ibu jari.

Dan yang kedua, dapat meminjam milik teman, saudara, atau tetangga. Ingat yaa, yang dilakukan ini “meminjam”. Berarti harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya, dan harus mengembalikan sesuai waktu yang telah dijanjijakan. Atau segera kembalikan jika pekerjaan yang dilakukan sudah selesai. Seperti sedia kala, tanpa ada yang rusak, bertambah atau berkurang bentuknya.

2. Listrik Padam

Saat sedang asyik menulis tiba-tiba listrik padam. Jika menggunakan komputer, maka akan langsung terhenti. Karena tidak ada daya yang dapat menyalakannya. Laptop atau telepon pintar pun ada masa untuk mengisi ulang kembali baterai yang akan terus berkurang ketika terus digunakan. Hal ini memang kurang menyenangkan. Tapi biasanya, pemadaman listrik tidak merata, hanya di beberapa wilayah. Segera hubungi kenalan yang dimiliki, wilayah tempat tinggal yang tidak sama bisa dimintai bantuan. Listrik yang menyala di tempat tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan kegiatan menulis.

3. Terlalu Ramai

Suasana yang berisik sangat mengganggu. Ketika menulis haruslah fokus dan konsentrasi. Maka carilah tempat yang membuat nyaman. Biasanya di pinggir taman, atau cafe yang tenang bisa menimbulkan ide-ide yang bagus dan luar biasa. Perpustakaan juga tempat favorit untuk menulis, selain itu bisa sambil membaca buku-buku sebagai referensi bahan tulisan.

Jika ada kendala eksternal maka pasti ada pula internal. Untuk masalah ini akan lebih sulit diatasi, karena berasal dari diri sendiri. Segala yang ada di dalam maka hanya pemiliknyalah yang bisa merubahnya. Kendala-kendala ini bisa mencakup banyak hal, namun diantaranya adalah :

Photo by Lesly Juarez on Unsplash

1. Merasa Tidak Percaya Diri

Ini menjadi permasalahan awal yang terjadi. Ketika ada pemikiran, bahwa tulisan yang telah dibuat tidak akan layak dibaca oleh banyak orang. Merasa tidak pantas untuk mempublikasikan karyanya. Hal ini harus segera dihilangkan, carilah teman atau komunitas dengan minat yang sama. Jika bertemu dengan orang-orang yang sepahaman maka dapat membangun kepercayaan diri. Semangat akan muncul, karena adanya lingkungan yang mendukung.

2. Nulis Tentang Apa Ya?

Nah, pertanyaan itu kerap terlontar untuk diri sendiri. Ingin menulis, tapi bingung menentukan tema yang akan dijadikan karya. Mulailah dari hal sederhana, jika suka makan dapat menulis rekomendasi tempat atau jenis makanan yang ada di daerah setempat. Atau berwisata kie wilayah-wilayah yang mengagumkan. Dengan begitu pembaca bisa mendapat informasi seputar hal-hal unik yang terjadi di kota-kota yang belum pernah didatangi.

3. Kehabisan Ide

Hampir sama dengan poin kedua, namun bedanya ketika kita sudah mendapat tema dari karya yang akan ditulis, saat di tengah proses berkarya ide tiba-tiba mentok. Hal ini sangat penting untuk menjaga komitmen dalam menulis. Agar senantiasa konsisten dalam menghasilkan tulisan. Akan tetapi, jika ide mendadak mentok, akan langsung timbul rasa malas, dan bahkan enggan melanjutkan. Untuk itu, perlu adanya penyegaran pikiran. Hal-hal kecil yang mudah dilakukan namun besar dampaknya. Seperti makan dan minum yang disukai, pergi keliling kota bersama teman, membaca buku atau komik, berolahraga dan lain-lain.

Komitmen menulis harus tetap terjaga. Konsisten dalam berkarya akan memberi dampak yang luar biasa. Menyehatkan pikiran, energi positif akan mengalir dalam tubuh melalui tulisan-tulisan yang memiliki manfaat. Informasi yang tersaji akan dapat membantu banyak orang. Dan semoga dari karya yang dihasilkan menjadi ladang pahala hingga dapat mengantarkan diri ke surga nanti. Aamiin.