Senin, September 09, 2019

Monitor Coklat(1)

Photo by 阿江 on Unsplash
(1)
Angin panas sungguh terasa di kulit. Rumah semi permanen beratapkan seng memang memberikan hawa panas di siang hari, dan dingin yang menyengat ketika malam. Siang itu seperti biasa, pukul satu kiranya. 

Setelah pulang sekolah, lekas berganti baju langsung menghadapkan diri di depan layar tv bertabung 14inc berwarna hitam dan banyak debu di tiap-tiap sudut. Sungguh semangat untuk mengetahui kisah lanjutan dari kisah yang tiap hari ia liat.

Si bungsu setiap hari menonton sebuah acara yang sangat ia sukai. Episode demi episode tak pernah ia lewatkan. “Hari ini ceritanya juga seru banyak alat-alat canggih”,gumamnya dalam hati. Ditengah asyiknya menonton, ada suara yang memanggil dari arah dapur,”Uciiii, makan siang dulu”, sang ibu menyeru si bungsu untuk segera makan siang. Si bungsu pun lekas menuju dapur mengambil piring disertai nasi dan ikan sambal tak lupa sayur daun ubi tumbuk yang masih hangat. Setelah semua dirasa lengkap dengan langkah yang terburu-buru ia kembali duduk menonton, takut tertinggal tayangan.

Sungguh panas siang itu, melahap makanan sampai bercucuran keringat. Rumahnya sungguh sederhana namun, sangat bersukur ada tempat untuk bisa ditinggali dengan tiga orang anak dengan ayah dan ibunya. Sang ayah yang hanya seorang pegawai negeri sipil dengan golongan rendah. Dengan gaji pas-pasan bahkan hampir setiap masanya kurang untuk kebutuhan makan juga keperluan sekolah masing-masing anaknya yang sangat beragam, tidak akan terpikirkan untuk memperbaiki rumah menjadi sedemikian rupa. Yang ada saat ini, yang tampak saat ini itulah yang dinikmati begitulah kiranya.

Sang pembawa acara di pertunjukan tv itu menunjukkan alat-alat canggih pada masa itu. Berbagai peralatan yang bisa membantu memudahkan pekerjaan manusia. Dan ada satu alat yang sangat luar biasa alat itu bentuknya mirip layar tv, ada benda persegi yang diletakkan di sampingnya, cara menulisnya melalui sebuah papan yang berisikan tombol angka dan huruf yang berjejer juga ada benda kecil yang bisa bergerak-gerak. Di tengah bicaranya sang pembawa acara mengatakan bahwa alat itu namanya komputer.

Alat itu bisa melakukan banyak pekerjaan, mulai dari menghitung, membuat surat, dan lain-lain. Si bungsu mulai mengagumi alat itu, “kalo udah besar nanti mau kerja jadi orang komputer, pasti keren”, inginya dalam hati. Begitulah pemikiran anak kelas lima SD, sangat polos belum mengetahui bahwa dunia ini sungguh luas.

Bersambung....

Sebelumnya
Selanjutnya

24 komentar:

  1. bagus Kak. ditunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  2. gak bikin WIdget Follower untuk bisa saya ikuti kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih bang sarannya..sudah saya tambahkan

      Hapus
    2. masih belum ada tombol follow kak. kan mau followan.

      Hapus
    3. oiya lupa...saya ganti tema

      Hapus
  3. Wah penasaran sama lanjutannya. Ditunggu.. :)

    BalasHapus
  4. Ditunggu kelanjutannya kak..
    Jangan lupa mampir nellyamaliyahf.blogspot.com hehe

    BalasHapus
  5. lucu ya cerita pertemuan pertama dengan komputer. iya sih dulu aku juha kagum kayak gitu pas pertama kali kenalan dengan komputer.

    BalasHapus
  6. Dan Uci kecil adalah Lusi? 😁

    BalasHapus
  7. Aku mengomentari penulisannya aja yah heheheh.

    Mungkin perlu sedikit polesan pada bagian dialog tag. Apa dialog tag? Bisa di-googling ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih masukannya mba..
      duhh iya ni kak masih berantakan..bagi-bagi ilmunya digrup ya mba :D

      Hapus
  8. Bagus, sempat penasaran bendanya apa ya.. ternyata komputer, jadi ingat waktu kecil pertama kali punya komputer maunya dimainin terus.

    Sukses nulisnya kk👍

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Ceritanya menarik Mbak Lusi. Kunantikan kelanjutannya ya...

    Tapi, ada beberapa typo di penulisannya. Gpp, kita bisa belajar bareng Mbak. Semangat. 😍

    BalasHapus
  11. Bagus mba ceritanya... Jadi penasaran sama kelanjutannya

    BalasHapus
  12. Si Bungsu harus sering-sering makan ikan, biar jago ngodingnya hehehe, semangat terus Mba Lusiii

    BalasHapus
  13. Jadi penasaran klanjutan ceritanya 😊

    BalasHapus
  14. Bersambung??, berarti harus dinanti kelanjutannya!! :D

    BalasHapus
  15. Alright, masih ada lanjutannya...

    BalasHapus
  16. hari ini sudah diposting part 3
    selamat membaca..dan semoga terhibur :D

    BalasHapus