Senin, Januari 27, 2020

Larik Kata Dan

sumber gambar : undraw.co
Larik suluh ini berdebaran
Berpadu dengan padmarini kehidupan
Sebuah rasa, dirasa setiap manusia

Larik lusuh ini berdebaran
Kama di asa, mala turut menyerta
Notasi berbunyi ditiap-tiap nada berbeda

Jantung berdetak, napas berhembus. Irama kehidupan menyatu dalam roda takdir yang tidak akan pernah berhenti berputar. Selagi hidup, akan banyak perasaan yang dialami, persimpangan yang di lalui. Selama itu pula akan dipenuhi banyak emosi yang mengisi jiwa atau menguras pikiran. Kebimbangan sukar dihilangkan, kekhawatiran erat digenggaman.

Perasaan yang selalu dialami setiap manusia yang hidup. Banyak macamnya, rupa dan warna. Tidak dapat disamakan, bentuk yang satu dengan yang lain. Terkadang ego menguasai jiwa, marah tidak dapat dipendam, tangis berlarut-larut dalam lara. Beberapa kejadian malang, ditinggalkan oleh dia atau mereka yang sudah menghilang.

Atau bahkan, seharian merasa kebahagiaan. Mulai subuh hingga petang, banyak bertemu orang-orang. Hanyut ketika mendengar sebuah kisah, hingga hati ini tergugah. Setiap detik yang berpacu, maka banyak lahir cerita-cerita baru. Dari ujung sana sampai sudut di situ, menyimpan berbagai gambaran dalam hidup.

Ingin memberi faedah agar cerita duka sedikit memberi rasa bahagia. Dengan deret kata-kata ini, berharap dapat menemani yang sedang patah, marah, terluka. Terkadang perlu menangis, juga perlu tertawa. Banyak pengalaman yang telah dibagi oleh orang-orang di sekitar. Dari hal itu dapat diambil pembelajaran dan hikmah.

Deretan kata dari halaman di Blog ini ditulis dengan tujuan untuk saling menyemangati dan menemani, segala rasa hati yang sedang dialami. Bait-bait puisi menjadi penghibur dikala suara enggan terbuka. Berharap bisa meringankan luka, enggan memberi label kebijaksanaan, karena masih jauh dari kesempurnaan. Jika pembaca menjadi termotivasi, maka saya mengucapkan banyak terimakasih dan bersyukur sekali. Alhamdulillah.

Sebagai seorang introver, awalnya sering memendam rasa. Sulit untuk bicara, maka dari itu kukatadan.com, berasal dari singkatan Ku Kata Dan(Dan diambil dari nama saya, Lusi Dan). Maknanya ialah Blog yang mewakili perkataan atau perasaan yang sedang saya alami. Hal ini menjadi wadah untuk bercerita. 

Seiring waktu juga melampirkan pengalaman-pengalaman dari teman-teman, keluarga, orang asing yang bertemu di jalan, dan lain-lain. Seperti yang sudah dituliskan di atas, bait puisi kian menemani, menjadi pelipur lara, berprosa dengan kosakata, berirama disetiap paragraf yang telah tercipta.

Minggu, Januari 26, 2020

Freelance : Pekerjaan Masa Kini

sumber gambar : undraw.co

Sebuah wabah menjangkiti, dari kalangan atas hingga bawah. Masing-masing terkena, entah mengapa bisa, kemampuan bercampur dengan teknologi yang kian berkembang pesat dan menjangkau hingga ke seluruh pelosok dunia. 

Dengan jaringan internet kini semua orang bisa berinteraksi sesuka hati. Dapat bekerja sesuai bakat yang dimiliki, tanpa harus keluar rumah. Perangkat komputer atau laptop, sudah lebih dari cukup sebagai peralatan yang mendukung pekerjaan. Juga smartphone yang memiliki fitur-fitur lengkap dan mudah dibawa kemana pun hendak bepergian.

Kalimat di di atas yang kini memang menjadi rahasia umum dalam kemajuan juga penggunaanya. Mulai dari elektronik, alat-alat mekanik, pakaian cantik hingga lingkungan pendidikan yang apik. Kini makin masuk semakin dalam ke sebuah masa, Zaman Milenial banyak disebut orang-orang. Dengan teknologi yang mumpuni, akan menjadi akses termudah untuk segala lapisan. Pekerjaan menjadi efektif dan efisien untuk dikerjakan.

Antar kota, daerah, pulau hingga negara. Tidak akan menjadi hambatan, digitalisasi menjadi jembatan untuk banyak keuntungan. Di antaranya ialah, penghematan jarak tempuh, biaya operasional, peralatan yang memadai sesuai kebutuhan, waktu yang terpangkas secara habis. Namun tindakan secara profesional tidak perlu diragukan. Kualitas kinerja sama seperti mereka yang berada di kantoran.
sumber gambar : undraw.co
Freelance atau bekerja lepas. Tanpa terikat kontrak, di mana saja dan kapan saja bisa menyelesaikan pekerjaan yang diminta. Segala bidang sudah dapat dijangkau. Presensi tidak menjadi poin penting. Sangat ditekankan dalam pekerjaan ini ialah profesionalitas. Tren masa kini yang memberi banyak kebermanfaatan.

Para pekerjaanya disebut sebagai Freelancer. DIGIMART.CO.ID yaitu salah satu Situs Freelancer Indonesia, sebuah marketplace produk dan jasa digital. Menyediakan fasilitas bagi para pekerja lepas. Untuk tergabung dengan situs ini, langkah awal yang dapat dilakukan ialah melakukan pendaftaran atau registrasi. Hal ini agar dapat memudahkan untuk menampilkan bakat atau bidang yang dikuasai. Caranya sangat mudah, silakan ikuti tahap demi tahap di bawah ini :

1. Kunjungi situs DIGIMART.CO.ID

2. Akan muncul tampilan seperti ini, lalu klik DAFTAR


3. Setelah itu, isi secara lengkap data diri yang diminta. 


4. Jika sudah selesai mengisi form pendaftaran maka, sudah resmi bergabung di DIGIMART.CO.ID

Pendaftaran juga berlaku bagi konsumen yang sedang membutuhkan Freelancer untuk mengerjakan jasa Desain Grafis, Digital Marketing, Script dan Pemrograman, Penulisan dan Terjemahan. Cara kerja sebagai seorang Freelancer tidak rumit. Proses yang dibutuhkan juga dapat berlangsung cepat. Agar memberikan kinerja secara maksimal dan profesional, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Menyediakan jasa yang berkualitas.

Pihak DigiMart akan melakukan pengecekan terhadap jasa yang akan dipublikasikan. Agar ke depannya para konsumen tidak merasa kecewa.

2. Penjelasan yang lengkap

Memberikan detail dari jasa yang ditawarkan. Ketika konsumen membutuhkan lebih banyak hal yang ingin ditanya, maka harus merespon dengan sopan dan memberikan data yang akurat. Juga menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah disepakati.

3. Rating

Ketika kedua hal tersebut sudah dilakukan maka Freelancer akan mendapat rating yang tinggi. Dan sudah pasti keuntungan akan didapati.

Jika sudah memiliki akun maka segeralah untuk membuat penawaran pekerjaan. Beberapa langkah dibutuhkan untuk melengkapi data-data penjualan jasa, ialah :

1. Pada tampilan akun, klik di bagian ujung kanan tampilan


2. Pilih Buat Baru

3.  Ikuti langkah-langkah mudah yang disediakan

4. Selanjutnya harus bersabar.

Selesai mengisi form penawaran, maka harap bersabar untuk menunggu balasan dari pihak DigiMart. Untuk proses pengecekan kelayakan. Namun, proses ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika diterima maka, penawaran dapat dipublikasikan. Nah, untuk para konsumen dapat memilih produk jasa yang diinginkan, dengan harga terjangkau dan kualitas pengerjaan yang terbaik tentunya. 

Berikut ini tahap penjelasan untuk konsumen agar mendapatkan jasa sesuai kebutuhan :

1. Cari Penawaran Jasa

DigiMart menyediakan banyak jasa yang berkualitas.

2. Rincian Penawaran

Baca dan pahami dengan teliti produk-produk yang ditawarkan.

3. Pembayaran

Lakukan pembayaran sesuai harga yang telah disepakati. Bisa melalui transfer antar bank dengan cara yang aman.

4. Tahap Akhir

Ketika pekerjaan telah diselesaikan, periksa kembali apakah sudah cocok dengan yang dibutuhkan. Jika iya, ,maka berikan konfirmasi agar pihak DigiMart meneruskan pembayaran kepada  Freelancer.

Maka dengan begitu pesanan telah diselesaikan. DigiMart memberikan banyak kemudahan. Sebagai seorang Freelancer tidak membutuhkan pendidikan yang tinggi sesuai bidang yang diminati. Karena kemampuan atau skill yang menjadi poin penting dalam penilaian kinerja. Tua dan muda, ibu rumah tangga, bahkan pekerja kantoran pun bisa menjadi Freelancer.
sumber gambar : undraw.co
Karena waktu yang dibutuhkan sangatlah efisien, keuntungan yang didapat juga berlimpah. Tidak lupa pula pahala turut serta, karena telah membantu banya orang. Akan tetapi, jadilah Freelancer yang amanah. Ketika diberikan beban tanggung jawab sebuah proyek yang harus diselesaikan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan perkembangan teknologi yang tersedia masa kini untuk perkembangan karir, dan menjadi Freelancer yang semakin sukses.

#SitusFreelancerIndonesia
#MarketplaceProdukdanJasaDigital
#DigiMart

Selasa, Januari 21, 2020

Antara Nyata Dan Binar Angan

Photo by Sebastián León Prado on Unsplash

Tergopoh-gopoh berjalan
Membekas hasrat
Lekat terpaut, terajut
Bersama nyata, bimbang tak berujung

Bukan maksud ingin bertele-tele dengan tujuan hidup. Namun, yang terjadi ialah antara keinginan dan kenyataan sering bertolak belakang. Saling bersinggungan. Adanya impian ingin diwujudkan, maunya menjadi pilot, penulis terkenal, bersekolah atau kuliah di tempat yang terkenal, guru, pengusaha, penyiar radio, menikah dengan pendamping yang diinginkan, dan lain sebagainya. Banyak yang ingin dicapai, seperti kata pepatah “Gantungkan mimpi setinggi-tingginya”.

Sama sekali tidak ada yang salah dengan hal itu. Akan tetapi, bagaimana dan apakah mampu mempertahankan mimpi tersebut? Proses yang akan dilalui pasti panjang dan melelahkan. Menuju arah yang diharap untuk menjadi akhir dari tujuan. Bebatuan yang keras dan cadas. Setiap kalimat yang akan keluar dari pembicaraan mematahkan semangat.

Sebagian akan memberi semangat dengan tulus. Akan terus mendukung setiap langkah bertapak, sesulit apapun keadaan tetap ada mendampingi juga menggembirakan dikala hati kesusahan. Yang lain? Entah apa yang ada di dalam pikiran, tapi pasti ada ucapan yang menyakitkan. Orang-orang dengan aura gelap, menebarkan patah semangat.

Mereka mencoba mengajak berpikir secara nyata “Harus realita” menurutnya. Jika mengikuti perkataan-perkataan itu, maka tidak dapat dipungkiri hati dan pikiran akan segera berpaling dari mimpi. Terbias akibat ketiadaan dukungan.

Bertemu dengan suatu kondisi kerap hadir dan sangat mengusik, yaitu kekurangan atau bahkan sama sekali tidak memiliki biaya. Setiap hal mencapainya akan membutuhkan pengeluaran keuangan walaupun sedikit. Ini, menjadi momok menakutkan. Belum berupaya maka akan langsung menyerah jika menyangkut biaya.

Lalu, Apakah Akan Menyerah?

Photo by Thomas Stephan on Unsplash

Tarik napas lalu segera hembuskan. Rasakan setiap desiran angin yang menyentuh pori-pori kulit. Perlu untuk mengistirahatkan pikiran. Terlalu tegang urat-urat saraf, kaku sekujur tubuh, terlalu banyak coretan. Penuh dengan segala hayalan, omongan yang tidak berkepentingan, juga kekhawatiran.

Berikan jeda sementara untuk melanjutkan langkah. Beberapa waktu dibutuhkan, bukan selamanya. Hanya sejenak untuk mendinginkan isi kepala dan pikiran. Sudah terlalu kusut ketakutan yang terajut. Butuh udara segara, agar dapat membenahi kembali apa yang menjadi impian. Banyak yang menjadi rintangan, akan tidak mudah, berkelok-kelok arahnya.

Namun, janganlah menyerah. Ingat, ketika hati sudah berniat maka semesta akan turut membantu. Buatlah daftar rencana apa yang akan dilkakukan, mulai dari yang terkecil, termudah, terjangkau. Tidak perlu melakukan hal besar di awal, jika itu bisa menguras tenaga dan pikiran. Santai, begitulah kira-kira. Jangan langsung memaksakan kegiatan yang tidak bisa dilakukan.

Kerjakan semampunya terlebih dahulu. Sedikit demi sedikit lama-lama akan mencapai bukit. Sepanjang jalan akan bertemu orang-orang yang baik hati, sedia membantu tanpa pamrih. Adanya keberuntungan juga tidak dapat dipungkiri. Namun doa dan kerja keraslah yang akan mengantar hingga ke puncak. Tetap pertahankan impian.

Ketika mengalami masa-masa sulit, jangan sungkan untuk meminta bantuan dengan teman atau kerabat. Mungkin dari hal itu akan menemukan jalan baru yang tadinya sudah buntu. Maka, perbanyaklah silaturahmi. Cari dan temukan lingkungan yang sepahaman, ini sangat penting. Untuk saling menjaga kekonsistenan niat dan langkah.

Maka, impian jangan dilepas apalagi terlupa. Impian ialah salah satu adegan dalam kehidupan. Siapapun dapat menjadi tokoh utamanya. Setiap orang bisa mengambil peran untuk menjadi apa dan siapa dalam kehidupannya.  Akan banyak pemeran yang lain untuk mendukung demi  terwujudnya sebuah cerita cita. Selamat bermimpi dan meraihnya!

Kamis, Januari 09, 2020

Hambatan Dalam Menulis Dan Solusi Mengatasinya


Photo by Nick Morrison on Unsplash

Terkadang pemikiran itu datang dengan berantai yang tidak berputus. 
Sambung dan menyambung hingga tidak berujung. Semisal batang kayu, mengeraskan urat-urat saraf. Hingga mata tak bergeming menatap layar berukuran inci. Tidur pun jauh di ujung harap. Takut terbuang sia-sia. Ide yang ada di kepala
Ketika melakukan kegiatan yang sangat disukai, bisa bertahan selama berjam-jam dalam menyelesaikannya. Bahkan waktu akan berputar dengan cepat. Terasa hanya sebentar. Padahal, jarum detik sudah berputar pada porosnya hingga menjadi hitungan menit dan seterusnya. Menekuni hobi tidaklah salah, justru itu bagus. Memberikan pemikiran positif, energi yang baik, menghasilkan hasil akhir yang menyenangkan hati juga manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

Menulis kini semakin diminati. Caranya mudah, hasilnya juga cukup memuaskan. Generasi milenial masa kini, sudah semakin kreatif dalam membuat karya tulisan. Namun, peminat dalam bidang kepnulisan bukan hanya anak-anak muda. Ibu rumah tangga, pekerja, dan lain-lain. Dapat menjangkau segala kalangan.

Mengisi waktu luang saat jam istirahat sekolah bisa  dimanfaatkan untuk menulis. Ketika pekerjaan di kantor telah selesai, daripada melakukan hal-hal percuma. Seperti menstalking akun mantan yang telah bahagia dengan yang lain, lebih baik gunakan waktu yang ada untuk membuat sebuah karya. Cerita dari pengalaman pribadi juga dapat dibagi. Tapi, konten tulisan tetap harus yang baik dan benar yaa. Agar para pembaca juga merasa nyaman ketika menikmati kata demi kata yang ditulis.

Menulis memang mudah. Dimanapun tempat dan kapan saja bisa dilakukan. Bersama teman atau desiran angin kesendirian dengan secangkir kopi yang tersedia. Manis atau pahit, tergantung selera masing-masing. Akan tetapi, ketika sudah berniat ingin menjadi penulis, hendaknya membuat sebuah komitmen untuk terus menjaga niat tersebut. Agar sebuah karya tidak berhenti di tengah-tengah prosesnya.

Nah, ini yang terkadang menjadi kendala bagi sebagian penulis. Ada masa-masa dimana semangat menulis sangat menggebu-gebu. Semangat membara, tidak padam walau ada halangan dan rintangan yang menjadi beban pikiran. Iya, segala hambatan yang berada di luar diri akan sekuat tenaga untuk ditaklukkan. Apa saja itu?

Masalah-masalah eksternal yang kerap hadir, cukup mengganggu. Namun tetap bisa diatasi. Yaitu kendala-kendala yang bukan berasal dari dalam diri. Masalah ini biasanya berupa peralatan atau perlengkapan yang tidak memadai untuk melakukan kegiatan menulis, yuk segera kita bahas.

1. Ketidak Tersediaan Laptop/PC

Kendala awal yang biasanya terjadi ketika ingin menulis, namun belum memiliki peralatan tersebut. Menggunakan laptop/pc memang sangat membantu, dengan layar monitor yang cukup luas, bisa meneliti jika ada tanda baca atau ejaan yang kurang tepat. Juga dapat lebih cepat mengetik, karena papan ketik yang digunakan sangat lengkap dalam menampilkan huruf-huruf. Namun, jika tidak memiliki tidak perlu bersedih. Solusi pertama ialah kini, telepon pintar sudah memiliki banyak aplikasi untuk membantu menyelesaikan tulisan. Sedikit risiko yang dirasakan ialah jari jemari akan sangat pegal, terutama ibu jari.

Dan yang kedua, dapat meminjam milik teman, saudara, atau tetangga. Ingat yaa, yang dilakukan ini “meminjam”. Berarti harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya, dan harus mengembalikan sesuai waktu yang telah dijanjijakan. Atau segera kembalikan jika pekerjaan yang dilakukan sudah selesai. Seperti sedia kala, tanpa ada yang rusak, bertambah atau berkurang bentuknya.

2. Listrik Padam

Saat sedang asyik menulis tiba-tiba listrik padam. Jika menggunakan komputer, maka akan langsung terhenti. Karena tidak ada daya yang dapat menyalakannya. Laptop atau telepon pintar pun ada masa untuk mengisi ulang kembali baterai yang akan terus berkurang ketika terus digunakan. Hal ini memang kurang menyenangkan. Tapi biasanya, pemadaman listrik tidak merata, hanya di beberapa wilayah. Segera hubungi kenalan yang dimiliki, wilayah tempat tinggal yang tidak sama bisa dimintai bantuan. Listrik yang menyala di tempat tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan kegiatan menulis.

3. Terlalu Ramai

Suasana yang berisik sangat mengganggu. Ketika menulis haruslah fokus dan konsentrasi. Maka carilah tempat yang membuat nyaman. Biasanya di pinggir taman, atau cafe yang tenang bisa menimbulkan ide-ide yang bagus dan luar biasa. Perpustakaan juga tempat favorit untuk menulis, selain itu bisa sambil membaca buku-buku sebagai referensi bahan tulisan.

Jika ada kendala eksternal maka pasti ada pula internal. Untuk masalah ini akan lebih sulit diatasi, karena berasal dari diri sendiri. Segala yang ada di dalam maka hanya pemiliknyalah yang bisa merubahnya. Kendala-kendala ini bisa mencakup banyak hal, namun diantaranya adalah :

Photo by Lesly Juarez on Unsplash

1. Merasa Tidak Percaya Diri

Ini menjadi permasalahan awal yang terjadi. Ketika ada pemikiran, bahwa tulisan yang telah dibuat tidak akan layak dibaca oleh banyak orang. Merasa tidak pantas untuk mempublikasikan karyanya. Hal ini harus segera dihilangkan, carilah teman atau komunitas dengan minat yang sama. Jika bertemu dengan orang-orang yang sepahaman maka dapat membangun kepercayaan diri. Semangat akan muncul, karena adanya lingkungan yang mendukung.

2. Nulis Tentang Apa Ya?

Nah, pertanyaan itu kerap terlontar untuk diri sendiri. Ingin menulis, tapi bingung menentukan tema yang akan dijadikan karya. Mulailah dari hal sederhana, jika suka makan dapat menulis rekomendasi tempat atau jenis makanan yang ada di daerah setempat. Atau berwisata kie wilayah-wilayah yang mengagumkan. Dengan begitu pembaca bisa mendapat informasi seputar hal-hal unik yang terjadi di kota-kota yang belum pernah didatangi.

3. Kehabisan Ide

Hampir sama dengan poin kedua, namun bedanya ketika kita sudah mendapat tema dari karya yang akan ditulis, saat di tengah proses berkarya ide tiba-tiba mentok. Hal ini sangat penting untuk menjaga komitmen dalam menulis. Agar senantiasa konsisten dalam menghasilkan tulisan. Akan tetapi, jika ide mendadak mentok, akan langsung timbul rasa malas, dan bahkan enggan melanjutkan. Untuk itu, perlu adanya penyegaran pikiran. Hal-hal kecil yang mudah dilakukan namun besar dampaknya. Seperti makan dan minum yang disukai, pergi keliling kota bersama teman, membaca buku atau komik, berolahraga dan lain-lain.

Komitmen menulis harus tetap terjaga. Konsisten dalam berkarya akan memberi dampak yang luar biasa. Menyehatkan pikiran, energi positif akan mengalir dalam tubuh melalui tulisan-tulisan yang memiliki manfaat. Informasi yang tersaji akan dapat membantu banyak orang. Dan semoga dari karya yang dihasilkan menjadi ladang pahala hingga dapat mengantarkan diri ke surga nanti. Aamiin.

Minggu, Desember 22, 2019

Membeku Dengan Waktu

Photo by Quino Al on Unsplash
Rinduku kian menggunung
Membawa setumpuk gelisah di dada
Menyentuh sukma hati terdalam
Hingga memaksa keluar tetesan tangisan

Mencari-cari di setiap sudut rumah
Aroma tubuh
Repetan setiap waktu

Terlalu banyak penyesalan
Terlalu banyak yang belum diberikan

Sudah sekian tahun
Berlalu dengan angkuh
Sedetik pun enggan kembali
Berjalan dengan keacuhan

Saat itu
Hanya ingin melihat masa itu
Waktu urung terbuka
Kerinduan justru semakin menyiksa asa

Lekat-lekat mengingat
Raut wajah keiput
Menghalang waktu yang terus melaju

Benang rindu ini
Akan selalu tertenun
Cinta tidak akan pernah padam
Hangat bermakna
Walaupun ia sudah tiada

Toko Buku


Istilah yang sangat umum dan sering didengar, bahwa buku ialah jendela dunia. Dengan membaca banyak ilmu yang didapat. Bagi sebagian orang, memang terasa berat, bahkan katanya seperti dihipnotis. Baru membuka beberapa halaman rasa kantuk langsung melekat.

Membaca beberapa baris, rasa jenuh pun menghampiri dan ingin segera bergegas menutup buku. Kegiatan membaca buku memang masih jarang dilakukan, sepinya perpustakaan menandakan kurangnya minat baca, khususnya para anak-anak muda. Cafe dan restoran menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu luang.

Padahal ada banyak manfaat yang dapat diperoleh jika membaca buku. Selain menghilangkan rasa bosan, karena banyak waktu senggang. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan acuan agar semangat untuk membaca buku :

1. Membuat awet muda

Jika sering membaca buku maka, pikiran akan terus fokus. Otak akan tetap bekerja, sehingga menghambat penuaan berupa pikun. Membaca hal-hal positif akan meningkatkan kinerja otak menjadi semakin baik.

2. Meningkatkan Daya Analisa

Informasi yang diterima, baik itu dalam bentuk cerita dongeng, artikel dan lain-lain. Akan membuat kita berfikir tentang alur dari bacaan tersebut. Hal itu yang membuat daya analisa akan berkembang.

3. Menambah Kosakata

Bagi seorang penulis, membaca merupakan media pembelajaran yang sangat ampuh. Referensi dari bacaan sehari-hari akan menambah perbendaharaan kata untuk membuat sebuah tulisan. Selain itu juga dapat menambah ilmu teknik-teknik dalam menulis. Karena setiap orang memiliki gaya kepenulisan yang berbeda. 

Dan masih banyak manfaat yang lain. Untuk menumbuhkan minat membaca juga tidak sulit. Mulai dari hal-hal yang disukai. Awali dengan bacaan yang ringan-ringan, jika menyukai olahraga, bisa mencari buku yang sesuai bidang tersebut. Tidak perlu langsung membaca topik yang sulit, justru hal itu yang akan menumbuhkan perasaan malas dan mudah jenuh.

Mencari buku-buku yang diminati sekarang tidak sulit. Tidak perlu pergi jauh keluar rumah, cukup dengan smartphone dimiliki bisa memilih sesuka hati. Kini Kudan.co, menyediakan berbagai jenis buku. Mulai dari novel, pengetahuan umum, agama, kisah-kisah inspiratif, daln lain lain.

Cara pemesenannya sangat mudah. Cukup kunjungi media sosial Instagram : @kudan.co. Melalui akun tersebut tersedia berbagai buku yang dibutuhkan, dijelaskan secara detail, berupa penulis, penerbit, jumlah halaman, jenis cover yang digunakan. Hingga dapat mengetahui spesifikasi buku yang ingin dibeli.  


Jika tidak mendapatkan buku yang diinginkan jangan bersedih, segera hubungi penjual  Lusi Dan (saya) melalui aplikasi WhatsApp ke nomor 0823-0425-2465. Tidak perlu khawatir dengan harga, sudah pasti terjangkau, kualitas yang diberikan juga tidak akan mengecewakan. Semua buku yang dijual masih baru dan original.


Bahkan ada paket super murah. Bagi pecinta buku dan yang hobi membaca buku, bisa menghemat uang dengan membeli paket ini. Hasil karya dari para penulis hebat, hanya dengan  Rp 135.000 sudah bisa mendapatkan lima buku sekaligus. Masih banyak paket murah lainnya. Mulailah membaca buku dan segera beli di Kudan.co.

Tentang Saya


Menulis bukan hanya menyusun rentetan barisan kalimat. Namun, lebih dari sekedar itu, tulisan yang yang dibuat dengan perasaan dan penuh kesungguhan akan dapat menggerakkan hati orang lain pula. Dari karya tulis dapat mengajak kesedihan, kejenuhan, suasana keramaian ataupun kesunyian yang mencekam. Tetapi merasakan kebahagian menjadi keindahan.

Sebiru bumantara
Tidak terlalu pekat
Tidak terlalu terang
Cukup meneduhkan

Biodata singkat ini untuk memperkenalkan diri saya Lusi Dan. Lahir dan tinggal di Kota Kisaran, Kab. Asahan, Sumatera Utara. Sangat menyukai bait-bait puisi. Bergabung di komunitas ODOP (One Day One Post). Beberapa kali memuat tulisan dalam bentuk opini dakwah di Media Oposisi. 

Dapat menghubungi saya melalui 
E-mail : lusidan@impactfulwriter.com
Akun sosial media Instagram : @lusii_dan (Lusi Dan)
No. Telepon 0823-0425-2465. 


Selasa, Desember 10, 2019

Mulai Dari Diri Sendiri

Photo by Danielle MacInnes on Unsplash

Saat masih muda banyak hal yang membuat rasa ingin tahu selalu berkobar di dalam dada. Penasaran akan mencari segala pengalaman baru, teman-teman baru, tempat yang baru, komunitas-komunitas sehobi dan sepemikiran. Jiwa muda adalah waktunya untuk mengeksplor dan mengembangkan seluruh bakat dan minat yang ada di dalam diri. Pengawasan oran tua tetap harus ada pastinya. Karena para remaja kerap kali selalu mencoba hal-hal yang memacu adrenalinnya tanpa memikirkan akibat dari perbuatan.

Kegiatan-kegiatan positif nan menyehatkan jiwa dan raga harus didukung. Selepas sekolah, h kuliah atau bekerja seringnya menghabiskan waktu dengan teman-teman seumuran. Misalnya pergi membaca buku di perpustakaan umum, membuat kerajinan tangan sederhana namun dapat bermanfaat, lalu membeli perlengkapan alat tulis sambil bercanda dengan teman-teman. Sangat menyenangkan. Hal yang wajar dilakukan saat usia remaja.

Namun, berbeda dengan Mimi. Seorang peran utama dalam cerita pendek yang ditulis oleh Dadang Ari Murtono dengan judul Mimi Dan Bayangannya. Sangat pemalu, lebih suka menyepi dikesendirian, merasa asyik dengan dunia miliknya sendiri. Usianya masih dua puluh dua tahun, masih sangat muda dan penuh semangat untuk mencoba banyak hal baru yang baik juga benar tentunya. Tetapi Mimi tidak memiliki stok kepercayaan diri yang cukup untuk menghadapi dunia luar.

Berdiam diri di kost menjadi hal ternyaman yang bisa ia lakukan. Ibunya selalu memberikan uang yang cukup untuk kebutuhannya sehari-hari. Untuk membeli makanan pun tidak perlu repot-repot pergi jauh, cukup menelepon layanan pesan antar makanan, maka sudah dapat tersedia jika perutnya mulai lapar. Rasa khawatir sering kali menghampiri sang ibu, bahkan selalu menasehati sambil berurai mata agar anaknya mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, bisa memiliki teman. Tidak akan kesepian.

Akan tetapi, Mimi juga sangat nyaman dengan pola hidupnya saat ini. Dengan kesendirian, sehari-hari ia hanya menghabiskan waktu bermain game, menggunakan akun palsu untuk menjelajah di media sosial. Sama sekali tidak memiliki rasa keberanian untuk menunjukkan jati dirinya. Ia merasa rendah diri dengan penampilan, khususnya di bagian wajah.

Selalu merasa kurang baik, bahkan tidak secantik ibunya. Karena Mimi banyak berdiam diri, maka latar tempat diceritakan banyak di dalam kost yang ditinggali oleh sang tokoh utama tersebut. Penjelasan yang cukup untuk menggambarkan kepribadian para pemeran yang ada di dalam cerita itu. Sang ibu yang sangat menyayangi anaknya, tanpa memikirkan keadaan fisik.

Apapun bentuk dan keadaan dari sang buah hati yang telah dilahirkan, hanya akan memberikan kebahagiaan pada seorang ibu. Pesan dari kasih sayang tanpa pamrih dapat diterima dengan jelas melalui cerita pendek ini. Dan tentu saja kepribadian Mimi yang tidak mempunyai kepercayaan diri. Lebih memilih untuk menyendiri.

Konflik sudah sangat terasa saat di permulaan cerita. Saat sang ibu menelepon dan memaksa menyuruh Mimi untuk keluar dari kamar kost, untuk memulai berteman dengan orang-orang. Dengan perasaan yang enggan ia coba untuk menuruti perintah ibunya. Bersiap-siap untuk berdandan, dan melihat tubuh kurusnya di depan cermin, dan wajah yang menurutnya tidak cantik.

Kejadian aneh pun terjadi, ia melihat bayangannya sendiri yang ada di cermin. Bergerak ke sana dan kemari. Mencoba mengambil pakaian di dalam lemari dan mengenakannya. Hal-hal ganjil pun terus berlanjut. Di cermin itu ia melihat keadaan di jalanan, yang berada di luar lingkungan kost tempat ia tinggal. Banyak kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan menimpa si bayangan itu. Alur tempat mulai berpindah ke luar kamar kost milik sang tokoh utama.

Tidak sampai satu jam, hal-hal buruk terjadi. Tubuh asli Mimi mematung menyaksikan seluruh peristiwa itu. Perasaan takut untuk keluar rumah kembali menghampirinya, ia tidak pernah berani menghadapi dunia. Dia bahkan belum mencoba untuk pergi dan mencoba berteman dengan orang-orang.

Cerita pendek ini sangat rinci dalam menjabarkan setiap alur yang mudah dipahami, melalui cerita dari Dadang Ari Murtono ini cukup mengisyaratkan kehidupan anak-anak remaja, yang suka merasa bahwa dirinya selalu memiliki kekurangan. Khususnya paras yang dirasa tidak sempurna, bahkan buruk pikirnya.

Di dunia ini memang tidak adil ada orang jahat atau berperilaku buruk. Namun, juga sangat banyak orang-orang baik yang bisa menerima keadaan kita, dan bersedia membantu tanpa pamrih. Maka ubahlah dulu pemikiran negatif menjadi positif, maka lingkungan sekitar pun akan berubah indah. Tidak seburuk yang dipikirkan. Apalagi saat usia masih muda, jangan disia-siakan. Lakukanlah hal-hal yang baik dan benar, membanggakan agama, orang tua dan juga agama.


Cita-Cita Sederhana

Photo by Miguel Bruna on Unsplash
Masa kini, wanita bisa mencapai apa saja yang ia inginkan. Selagi tekun, rajin belajar, terus berjuang, tidak pantang menyerah, juga tidak melanggar kodratnya sebagai perempuan. Menjadi astronot, ilmuwan, penulis, koki, pengusaha, dokter, tenaga pendidik dan lain-lain. Zaman akan mendukung, begitu juga dengan segala fasilitasnya.

Sangat berbanding terbalik saat masa-masa penjajahan. Negara Indonesia dulunya pernah dijajah oleh Belanda dengan waktu yang sangat lama yaitu tiga setengah abad. Lalu Inggris pun tidak mau kalah. Dan terakhir ialah Jepang, yang sangat terkenal dengan kerja paksanya. Pada saat itu rakyat miskin akan menjadi target yang sangat mudah terkena dampak. Terutama wanita, masa-masa penjajahan merupakan hal yang menakutkan.

Tidak seperti sekarang baik laki-laki atau perempuan bisa bersekolah dengan taraf yang sama. Dulu masa penjajahan wanita hanya diperbolehkan mengurus rumah. Pria yang berasal dari kalanga bangsawan atau memiliki harta berlimpah yang bisa mengenyam pendidikan di sekolah.

Seorang penulis Artie Ahmad bercerita tentang kejamnya penjajahan bangsa Nippon saat itu, terutama kepada wanita. Latar waktu sekitar akhir tahun 1943, saat itu Nippon atau negara Jepang masih menjajah wilayah Indonesia. Ada seorang gadis muda yang memiliki cita-cita sederhana namun, pada saat itu akan menjadi hal mewah dan keajaiban jika benar-benar dapat terwujud. Diusia yang masih sangat belia tokoh utama yang diceritakan bernama asli Sudjiati, nama yang diberikan oleh ibunya, ia ingin menjadi pemain sandiwara dan bersekolah.

Diceritakan melalui alur mundur, saat tokoh utama Sudjiati mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang merubah hidupnya dimasa depan. Sebuah keputusan yang sangat ia sesali karena sudah menjerumuskannya ke penderitaan yang tiada henti. Dan sebuah ajakan yang ternyata itu merupakan tipuan belaka. Atas dasar kepercayaan dari polosnya sikap yang ia miliki, menerima iming-iming tawaran yang menggiurkan.

Awalnya kehidupan yang ia miliki tenang dan tentram sebagai pembantu di sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga kaya. Tanpa direncanakan jatuh cinta pada anak bungsu majikannya itu. Hal tersebut menjadi konflik pertama yang tokoh utama alami. Karena sudah jelas bahwa mereka tidak akan dapat berjodoh. Secara latar belakang kehidupan yang berbeda, mereka memiliki sebuah perasaan yang saling terpaut satu sama lain.

Membaca sebuah berita di koran membuat Sudjiati memiliki pikiran yang polos terhadap bangsa Nippon. Surat kabar yang pernah dibacakan oleh sang anak majikan, yang jatuh cinta kepadanya. Seluruh isi dari tulisan berita itu mengatakan hal-hal yang baik bagi penjajah yang telah datang ke Indonesia. Latar tempat yang diceritakan saat ini masih berada di desa tempat

Berawal dari permasalahan tersebut, muncullah sebuah gagasan yang merubah kehidupan Sudjiati secara drastis. Mulanya ia berniat menjauhi sang anak majikan, lalu ditipu oleh seorang kenalan yang membawanya ke sebuah tempat yang jauh, hal ini menjadi puncak konflik. Tadinya ia gadis polos nan lugu, berpikir bahwa akan menjadi pemain sandiwara bahkan dapat bersekolah tanpa biaya. Justru sang tokoh utama terpaksa melakukan hal-hal yang tidak ia inginkan sama sekali. Namanya pun berubah menjadi mirip nama orang-orang Jepang. Sesuai judul dari cerita pendek ini yaitu Namaku (Bukan) Tamae.

Dari kisah ini kita harus bersyukur dan ada hikmah yang dapat dipelajari, saat ini wanita bisa bersekolah dan belajar sesuai yang diinginkan. Akses untuk mendapatkan segala informasi sangat mudah. Dapat mengenal huruf dan membacanya, telah banyak media elektronik ataupun cetak, bisa mengetahui tentang dunia dalam dan luar negeri secara terperinci. Pada dasarnya kini, siapapun yang memiliki cita-cita bisa meraihnya, menjadi apa saja, diri sendirilah yang menentukan.