Minggu, Juni 14, 2020

Kegiatan New Normal, Saat Adanya Corona

Photo by airfocus on Unsplash

Lebih dari sebulan tidak menulis di blog ini. Ada rasa rindu juga. Dan, sudah lebih dari dua bulan kita semua mengalami kesulitn, yang diakibatkan oleh adannya wabah Virus Corona. Penyakit ini memang tidak bisa dianggap remeh.

Karena merupakan sebuah pandemi yang terjadi di seluruh dunia, dan hingga kini sudah banyak korban yang berjatuhan. Sangat dianjurkan untuk tidak berkumpul di tempat keramaian, dan bepergian ke luar rumah. Terkecuali ada urusan yang benar-benar mendesak.

Namun, semenjak memaki bulan Juni 2020. Telah diterapkan “New Normal”, bagi seluruh warga. Dimana hal ini, kegiatan bekerja di luar rumah mulai diterapkan. Kegiatan perkantoran sudah kembali diaktifkan.

Para karyawan telah bekerja seperti biasa. Masuk pagi hari dan pulang menjelang sore. Untuk di Kota Kisaran, tempat saya tinggal sekolah-sekolah masih menerapkan sistem belajar secara daring (dalam jaringan). Sebagai sarananya, menggunakan aplikasi WhatsApp untuk saling memberikan materi pelajaran.

Walaupun telah banyak kegiatan yang sudah kembali seperti sedia kala. Akan tetapi, alangkah baiknya tetap harus waspada terhadap penyebaran Virus Corona. Seperti di rumah sakit. Beberapa hari yang lalu, orang tua saya harus dirawat inap.

Karena adanya wabah penyakit ini. Dan “New Normal” yang diterapkan, pihak rumah sakit membuat beberapa peraturan yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran pekerja. Juga termasuk para pasien dan keluarganya.

Beraktifitas Masa Kini

Perubahan perilaku ini semata-mata untuk menghindari meluasnya penyebaran Virus Corona. Mengingat, rumah sakit merupakan tempat banyak orang berkumpul. Beberapa peraturan yang diterapkan ialah, bagi keluarga pasien hanya boleh satu orang yang berada di ruang rawat inap.

Lalu, senantiasa menggunakan masker setiap beraktifitas di lingkungan rumah sakit. Disetiap ruangan dan sudut-sudut lorong telah disediakan alat pencuci tangan. Nah, yang terakhir tidak adanya jam besuk. Terutama anak-anak di bawah umur 10 tahun, tidak dibenarkan untuk masuk ke lingkungan rumah sakit. Karena dikhawatirkan akan rentan untuk tertular Virus Corona.

Selama masa pandemi ini, banyak orang mengeluh kesulitan. Tidak dapat dipungkiri kami sekeluarga juga terkena dampaknya. Saya sempat bekerja sebagai Staff-Administrasi pada perusahaan jasa pengiriman barang. Namun, awal 2020 sudah berhenti dari pekerjaan tersebut.

Nah, saat masih aktif bekerja saya juga suka berdagang online, sebagai sumber keuangan kedua. Hasil dari penjualan, dan beberapa ribu dari gaji bulanan selalu ditabung, sebagai dana darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dan iya, itu sangat membantu untuk masa-masa seperti ini. Bisa sedikit membantu orang tua saya yang kini masih harus dirawat inap. Walaupun ada asuransi yang menanggungnya, namun, untuk kebutuhan lain bisa diselamatkan oleh tabungan dari dana darurat tadi.

Bukan hanya di lingkungan rumah sakit. Alangkah baiknya, kegiatan menjaga kebersihan selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selalu mencuci tangan ketika selesai beraktifitas, memakan dan meminum yang bergizi juga halal. Agar tubuh senantiasa sehat.
Sebelumnya
Selanjutnya

2 komentar:

  1. Welcome Back Kak Lusi. Syafakalloh syiafaan ajlan teruntuk orang tua yang sedang dirawar di rumah sakit.

    BalasHapus
  2. Emak sering lupa tentang dana cadangan ini, makasih ya sudah diingatkan.
    Semoga orang tua Mbak Lusi segera sehat kembali. Aamiin

    BalasHapus