Kamis, September 19, 2019

Hirup Hidup

Photo by LoboStudio Hamburg on Unsplash

Sudah pagi sedari tadi
Namun mentari tak menampakkan diri
Bukan karena malu
Namun terlalu pekat asap 
Hingga tak terlihat

Sudah pagi sedari tadi
Langkah kecil beriringan
Menaruh harap di atas awan
Kini menyibukkan diri
Menahan nafas yang dimiliki

Sudah pagi sedari tadi
Riuh suara kendaraan berlalu
Tak nampak jarak pandang tempuh
Tak tahu kemana membawa diri

Sudah pagi sedari tadi
Tak henti meminta pertolongan diri
Mari merubah diri
Meminta kepada sang Ilahi
Harap bencana segera berhenti

Udara segar hanya harapan
Langit biru berubah tak karuan
Terlihat kusam
Bahkan menghitam
Sebelumnya
Selanjutnya

8 komentar:

  1. Sudah pagi sedari tadi
    Namun kalbu masih enggan mengakui
    Bahwa ada ingkar yang tak kunjung disudahi


    Makasih untuk puisinya Kak Lusi, suka puisinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih juga udh ngunjungin blog saya

      Hapus
  2. Sudah pagi sedari tadi
    kamis manis tapi kopi tetap saja pahit
    sudah pagi sedari tadi
    terkikis hati, raga ikutan sakit

    BalasHapus
  3. sedih.. semoga lekas turun hujan

    BalasHapus
  4. semangat yaa unt karya berikytnya

    BalasHapus