Senin, Maret 30, 2020

Hadiah Dari Teman Untuk Teman


Walaupun dari sejak tujuh tahun silam sudah memiliki blog, namun, aktif menulis sejak Maret 2019. Dan makin sering menulis, ketika ikutan ODOP (One Day One Post). Sungguh, komunitas ini menghasilkan efek samping.

Saya benar-benar tidak menyangka. Akan berdampak sangat besar. Apa efeknya? Bagi pemula seperti saya, justru sangat butuh efek samping ini. Ketagihan. Iya, itu yang bisa diberikan ODOP bagi para penulis.

Bukan hanya itu, bisa berteman dengan banyak orang melalui pesan daring (Dalam Jaringan). Dari pangkalnya Indonesia, hingga ke ujung. Saling berbagi ilmu, pengalaman, candaan, dan lain-lain. Menyenangkan? Pasti…

Awalnya masuk ke dalam Tim Sapporo. Pije-pije kece, selalu mengingatkan kalo ada yang belum menulis dalam sehari. Karena memang ada tugas untuk memposting di blog setiap hari dikala itu. Juga, kalau ada anggota tim yang ketinggalan pelatihan online, dengan senang hati akan membantu mencarikan materi.

Biasanya sih, saya yang suka tidak mengikuti kelas. Hehehe, jangan ditiru yaa.. Setelah dua bulan masa pra ODOP telah selesai pada bulan November tahun lalu. Meninggalkan banyak kenangan, suka duka. Salah satunya ketika bingung mau menulis apa. Pada masa-masa itu, saling memberi ide masukan untuk bahan tulisan.

Sekarang ini mengikuti tim baru, yaitu ODOP Blogger Squad. Memang sudah lama punya blog, tapi pengetahuannya benar-benar minim. Dan itupun pernah vakum selama beberapa tahun. Mengenai tata letak, tulisan yang bagus, cara menaikkan statik, dan lain-lain. Apapun tentang Blog, tidak ada yang bisa diketahui.

Nah, Alhamdulillah. Bisa bertemu dengan teman-teman yang seTim saat ini. Pije-pije kece juga tetap ada yang hadir mengawal dan membimbing ke jalan yang benar. Menambah ilmu baru lagi, dan lingkungan orang-orang yang kece.

Saling berbagi info perlombaan seputar Blogging, menata Blog biar rapih dan terlihat kece. Diawal-awal kita seTim pernah dapat promo berbayar untuk konten Blog, benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkannya.

Dan, baru-baru ini, saya terharu bisa dipilih oleh teman-teman ODOP Blogger Squad atas Liebster Award. Padahal Blog ku ini hanya kumpulan cerita dari kehidupan sehari-hari, dan yang pastinya milik teman-teman di ODOP Blogger Squad lebih bagus dan kece.

Terimakasih banyak kepada Bang Ibrahim dan Mba Rindang, untuk Liebster Awardnya. Benar kata pepatah, “semakin banyak silahturahmi semakin banyak rezeki”. Bukan hanya semata-mata bentuk materi. Tetapi, dengan adanya teman bisa saling membantu, mengingatkan jika ada kesalahan yang diperbuat, mendukung hal-hal yang ingin dicapai. Itu juga termasuk rezeki yang tidak terkira.

Dengan bergabung dengan ODOP Blogger Squad adalah salah satu, pintu rezeki yang Allah Subhana Wa Ta’Ala berikan. Teman-teman se-passion, selalu mendukung dalam hal tulis-menulis. Memiliki minat yang sama di dunia perBloggingan, membuat kita semua menjadi semakin akrab, Aamiin.

Menjawab Tantangan Liebster Award

Saya sebut begitu karena beberapa pertanyaannya cukup sulit untuk dijawab. Dan karena ada dua orang yang memberika Liebster Award ke saya, akan dijawab sekaligus tidak apa-apa yaa.. Jawabannya akan digabung menjadi satu. Semoga berkenan…

1. Mending mana, dicintai atau mencintai? Alasannya apa?
Saya pilih dicintai, karena sudah pernah merasakan yang namanya patah hati. Bukan trauma, tapi lain kali akan memberikan hati ke benar-benar hati yang tepat.

2. Diantara kertas-gunting-batu, kamu yang mana? Kenapa?
Kertas, semenjak SD saya suka membuat perahu dari kertas. Dan bisa dibentuk menjadi yang lain.

3. Siapa nama Penulis yang jadi contoh atau teladan buat kamu?
Sebenarnya saya lebih menyukai menonton film. Karena dari situ ada suara, gambar, dan alurnya bisa mudah untuk dicerna. Makanya, penulis tidak banyak yang saya kenal. Hanya satu yaitu Marchella FP. Bukunya Nanti Kita Cerita Hari Ini, ini juga belum dibaca. Awalnya mengikuti dari akun Instagram. 

Langsung suka dengan kata-katanya, sederhana, tapi menggambarkan suasana hati. Alhamdulillah sudah menonton filmya, dan memang sangat bagus. Sekadar informasi, tokoh yang paling disuka disitu adalah Aurora.

4. Dari 10 sahabat Rasululloh Saw yang dijamin masuk syurga, kamu pengen neladani yang mana?
Umar Bin Khattab. Karena tegas, pemberani, tapi berhati lembut.

 5. Apakah kamu suka travelling? Jika suka mengapa, jika tidak mengapa?
Sangat suka. Bisa kunjungin tempat-tempat baru, bertemu orang banyak, macam-macam kebiasaan. Seru.

6. Tempat apa yang paling berkesan bagimu saat travelling, kenapa?
Pergi liburan Ke Pulau Pandang, Batu Bara, Sumatera Utara. Berkesan sekali karena, pertama kalinya pergi berlibur sendirian dari rumah dan bisa ke pantai. Walalupun ada rombongan tapi hanya satu orang yang dikenal. Dan seperti jawaban di atas, justru itu yang disuka, dapat teman baru.

7. Sebutkan 7 benda yang harus kamu bawa saat travelling!
Handphone, dompet, perlengkapan sholat, pengisi daya, botol air minum, camilan, pakaian.

Tantangan selajutnya, 7 Fakta Mengenai Saya

1. Pendiam, kalau bertemu dengan orang baru dikenal.

2. Suka jalan-jalan. Walaupun introvert, saya sangat suka bepergian. Menambah pengalaman dan wawasan salah satu manfaat yang didapat.

3. Suka puisi, tapi malas baca buku. Lebih suka menonton film, ada visualnya. Lirik lagulah yang menjadi sumber inspirasi.

4. Keras kepala tapi juga masih bisa diajak bicara. Namun, lebih teguh dengan pendirian.

5. Menyukai warna biru. Terlihat lebih sejuk dan nyaman dikenakan dalam bentuk pakaian, atau meihat pemandangan.

6. Kopi adalah minuman favorit. Karena ada asam lambung, tidak bisa sering-sering meminumnya.

7. Cita-cita ingin jadi penulis dan programmer. Dari kecil suka puisi dan dunia komputerisasi, semoga tercapai, Aamiin.

Alhamdulillah, sudah terjawab dari pertanyaan Liebster Awardnya. Untuk teman-teman yang lain, bisa juga ikutan. Tadinya juga aku bingung cara merespon dari Liebster Award ini, setelah bertanya dengan teman-teman di ODOP Blogger Squad, dan membaca dari postingan mereka sudah bisa terjawab sekarang. Caranya bagi yang berkenan untuk mengikuti, yaitu :

1. Ucapan terimakasih kepada teman yang menominasikan Blog kalian yang telah menerima tantangan Liebster Award. Link dari mereka jangan lupa untuk dicantumin.

2. Sertakan logo Liebstar Award di dalam postingan.

3. Tuliskan 7 fakta diri tentang kamu.

4. Seperti yang di atas, jawab tantangan yang diberikan

5. Berikan 7 pertanyaan kepada teman-teman yang lain, untuk dinominasikan berikutnya.

6. Liebster artinya tersayang. Pilih 7 teman Blogger yang tersayang, lalu cantumkan link Blognya.

7. Jangan lupa diberitahu, kalau mereka dinominasikan dalam Liebster Award. Dan bisa melanjutkan tantangan ini.

8. Tata cara ini harus disertakan biar Liebster Award, agar dapat tersampaikan dengan baik dan benar.

Tahap Terakhir

Saya sudah menjawab pertanyaan-pertanyan yang diberikan, nah sekarang mau balik memberikan keseruan ini kepada teman-teman yang lain. Dan mereka adalah :


Pertanyaan Tantangan Liebster Award

1. Mulai menulis (literasi) sejak kapan?

2. Kenapa memilih untuk menjadi penulis?

3. Kegemaran yang lain, selain menulis?

4. Buku kesukaan?

5. Pilih mana antara menulis buku? Atau menulis Blog?

6. Kalau hujan turun, pilih pakai jas hujan atau payung?

7.  Makanan kesukaan disaat sedang badmood?

Sekian postingan hari ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil. Sampai jumpa ditulisan berikutnya, Wassalam.



Senin, Maret 16, 2020

Virus Jingga

Photo by Utsman Media on Unsplash

Penularannya bisa terjadi di mana saja dan dengan waktu-waktu yang tidak menentu. Bisa hari ini berjumpa, walau hanya sebentar berinteraksi. Sekedar berbicara mengenai kehidupan sehari-hari, duduk bersama sambil ada segelas kopi di sudut meja.

Atau bahkan sebuah perjumpaan tanpa adanya perbincangan. Secara sengaja atau tidak melakukan aktifitas di tempat yang sama. Entah itu berolahraga, bersekolah, menaiki kendaraan umum bersama, berada di satu gedung yang juga sama.

Tanpa ada pengenalan sebelumnya, tetap bisa menjalar dan menyerang. Jika sudah terkena akan sulit untuk disembuhkan. Bisa-bisa ahli medis manapun tidak dapat menanggulanginya. Berhati-hati memang harus, namun siapa yang bisa menduga kejadian yang tidak terduga.

Walaupun menginginkan hal lain, tetapi takdir suka berjalan sendiri. Sama sekali menebaknya akan menjadi hal sia-sia, pun tidak perlu. Namun, bukan berarti seperti pepatah “Biarkan Mengalir Seperti Air”. Ada yang bilang biarkan saja takdir yang menentukan, kita hanya punya tugas menjalankan. Berpasrah hanya akan menjadi pilihan terakhir saat segala upaya sudah diambang akhir.

Sebuah perkara ilusi, namun bisa menggetarkan raga hingga ke hati. Atmanya melayang dikala sudah terkena virus memabukkan. Rasa yang dapat membuat lupa diri, terhanyut dengan kebahagian tersendiri.

Disaat hasrat tidak turut tersampaikan, maka akan membelenggu dengan erat. Menyesakkan dada mendatangkan kegelisahan. Virus ini sungguh membahayakan, pasien yang terjangkit akan menunjukkan gejala bermacam rupa.

Terkadang bisa menjadi orang pintar sedunia, atau bahkan sebaliknya. Sudah diberi tahu macam-macam, akan tetap tenggelam dengan pikiran yang tidak berpengetahuan. Kehebohan mendadak tercipta dikala hati menceritakan virus yang menyerangnya. Rasa bahagia menjadi satu-satunya teman setia di dalam asa.

Kenapa Bisa?

Bingung mencari jawaban, si pasien yang terjangkit juga tidak akan tahu asal mula ia terkena virus itu. Setiap ditanya hanya bisa tersenyum berseri-seri di wajahnya. Tanpa sadar tertawa sendiri, seperti ada hal lucu yang selalu menggelitik hati.

Kalangan apapun benar-benar bisa terkena virus ini. Tidak memandang usia muda maupun tua, kaya atau tidak berpunya. Ingat yang sangat jenius sekalipun dapat lupa akan dirinya. Segalanya bisa dicurahkan, harta dan nyawa. Akan diberikan secara sukarela.

Tersangkut duri yang tajam tidak akan terasa sakit sama sekali. Semua terasa indah dengan alunan nada CINTA. Virus yang dapat menyerang siapa saja, tidak pernah memilih pasien untuk ditularkan. Bergulung dengan ribuan pertanyaan tetap tidak akan menemukan jawaban.

Salah satu efek samping yang turut dirasakan ialah berhentinya waktu. Ingin menghentikan jarum yang berdetak agar tidak dapat menjalankan masa. Ada perasaan takut yang teramat sangat agar tidak ditinggal, dikecewakan, tidak dipedulikan.

Virus ini akan menimbulkan perasaan saling memiliki. Akan ada rasa untuk marah dan kecewa jika tidak menjadi sosok yang diprioritaskan. Antar orang tua kepada anaknya, virus bernama Cinta ini akan hadir tanpa diundang. Akan saling menjaga antara satu dengan yang lain.

Pasangan yang sudah menikah juga sama. Terikat dengan kata Halal, menjadi modal dalam menjalani hari-hari. Bahkan setiap waktu virus ini akan terus tumbuh. Tidak perlu repot-repot mengusir pergi bahkan biarkan saja virus itu bersemayam, akan lebih baik begitu.

Apakah Ada Obatnya?

Tergantung seperti yang lain juga akan ada penyembuhannya, jika terus ingin mencari. Walaupun ahli medis akan sulit untuk mendapatkan solusinya. Karena terkadang dalam kasus virus ini yang paling menyakitkan adalah sebuah kehilangan.

Kepergian yang tidak kembali, akan memupuk rindu di hati. Sulit, dan berat dijalani. Serasa senja di setiap waktu, setiap langit jingga berharap dapat bertemu. Penawarnya hanya sebuah perjumpaan, namun jika sudah takdir memisahkan, segala daya apapun tidak akan berkuasa.

Tanamkan ikhlas erat-erat di dada. Perlahan bangkit dan berjalan, jika masih tertatih tidak mengapa. Walau hanya selangkah juga tidak masalah. Karena hidup terus akan berputar, dan virus itupun tidak akan pernah hilang akan tetap ada menemani.

Disetiap kejadian pasti ada hikmahnya, tetap melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain. Virus tersebut bisa menjadi penyemangat dan perubahan positif jika menanggulangi dan menghadapinya dengan hal-hal yang baik dan benar.

Minggu, Maret 08, 2020

Pagi Terakhir (Akhir)

Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash
Tiga malam beruturut-turut diadakannya sebuah pengajian. Semua yang dikenal datang dan memberikan do’a terbaik baginya. Masih seperti mimpi, duduk termangu, banyak hal yang menjadi pengganggu. Apa iya? Berharapnya tidak. Namun, itu yang kini sedang berlaku.

Sudah letih menangis, berhari-hari sanak saudara silih berganti datang mengunjungi. Memberi semangat kiranya, tabah, sabar, dan ikhlas. Berkali-kali kata itu terus terucap, telinga mendengarnya dengan seksama, tetapi hati yang tidak mau berkompromi. Apalagi akal yang masih saja menolak, Apa iya? Berharapnya tidak.

Baskara dengan angkuh tetap hadir, perlahan-lahan naik ke atas. Panas menyengat mulai terasa seiring jam yang berlalu. Angin pun sibuk bergemuruh dengan halus.  Mengingatkan hari yang sudah kesekian telah pergi tinggalkan. Ketika semakin condong ke barat, akan ramai suara anak-anak pulang ke rumah. Masih ada rasa menunggu sosok yang ditunggu, walaupun tahu itu hanya kabut berbalut rindu.

Almanak terus memanggil sebuah tugas yang telah ditinggal beberapa tanggal. Esok sudah harus kembali ke kehidupan. Apa iya? Berharapnya tidak. Waktu rasanya turut mati, tapi bagi yang hidup tetap harus melalui. Bumi akan terus berputar pada porosnya, menjadi patokan perubahan pagi yang tidak akan terus bertahan. Menuju siang yang juga akan berakhir dengan petang.

Ada beberapa perut yang tetap harus diisi agar tetap kenyang. Maka kewajiban harus tetap dilaksanakan. Sedihnya hati harus dibenam sedalam-dalamnya. Bukan perkara kuat atau tidak, tetapi kesanggupanlah yang menjadi patokan. Terlalu meratapi juga tidak baik. Walau tertatih tetap harus berjalan.

Perih jangan ditanya
Rasa  terkoyak lebar menganga
Sudah ribuan kata penyemangat diingat
Namun langkah tetap saja berat
Tangis tetap saja menjerat

Apa Iya? Berharapnya Tidak.

Lembayung hari ini sudah berhasil dijejaki. Dengan dijejal segala proses sulit tiap menitya. Sungguh hebat, bagi mereka yang sedang patah namun tetap bisa melangkah. Iya, masih ada senyum dan tawa esok hari, segalanya di dunia ini sudah ada porsinya masing-masing. 

Untuk peristiwa yang tidak pernah diduga, berharap tidak. Akan tetapi tetap terjadi, peristiwa yang membawa pikiran hanyut jauh ke dasar rasa, berteman dengan cahaya yang temaram.

Rasa itu sungguh betah berlama-lama. Mungkin karena yang punya badan enggan menyuruhnya pergi, karena tidak tahu jenis obat apa yang bisa menyembuhkan. Selera pun tidak dengan makanan kesukaan. Hambar tidak berasa, pahit hanya sekedar.

Namun, itu tidak berarti bagi Sang Ayah. Beban kesedihannya sama seperti yang lain, bahkan bisa lebih porsi yang dirasakannya. Sebenarnya ia ingin teriak sekuat-kuatnya, menangis meronta-ronta hendak hantinya. Akan tetapi diam menjadi pilihan, karena sadar menjadi sosok yang terkuat sungguh sangat dibutuhkan untuk momen itu.

Belum lagi kewajibannya menafkahi tetap harus dijalani. Kesedihannya ia batasi, tidak diperlihatkan, tidak diperdengarkan. Kembali merapikan barang perlengkapan pekerjaan. Bekal makanan dan pakaian seragam telah rapi dikenakan. Bersiap-siap untuk melanjutkan pekerjaan, rutinitas wajib untuk dilakukan.

Langganan yang biasa berjumpa pun heran melihatnya. Baru beberapa hari ditinggal pergi oleh anak kesayangan, sudah lanjut bekerja hari ini. Mencoba menghibur dengan satu atau dua kata yang mengajak bercanda. Namun, hanya senyum tipis yang bisa dibalas.

Ingin berlama-lama di rumah dan akan lebih baik bersama dengan keluarga yang masih tersisa. Namun, justru itu mereka yang di rumah harus dikuatkan dengan tindakan, salah satunya dengan melihat kepala rumah tangga sudah bisa aktif bekerja.


(Ini merupakan kisah nyata, beberapa pekan lalu ada saudara yang kehilangan anak bungsunya. Meninggal saat perjalanan menuju sekolah. Dan, Sang Ayah beberapa hari kemudian, walaupun sedih dirasa sudah harus pergi bekerja mencari nafkah).

Semoga pesannya dapat tersampikan, dan selamat membaca. Baca cerita awalnya di Pagi Terakhir (1)

Minggu, Februari 23, 2020

Miliki Bisnis Yang Profesional Dengan Email Domain

Photo by Bundo Kim on Unsplash
Saling bertukar kabar dengan orang yang dikenal. Berkirim dan menerima pesan untuk mengetahui perkembangan diri, situasi yang sedang terjadi atau melepas rindu di hati. Menulisnya dengan sangat teliti, mengabari seseorang yang jauh di sana, tidak sempat atau terlalu jauh jarak untuk ditempuh. Maka pesan akan mewakili setiap kata yang ingin diucap.

Berjalan menuju kantor pos terdekat dan tidak lupa pula menempelkan perangko di sudut surat. Berisi segala kepentingan, yang diharapkan sampai ke tujuan dan diterima oleh penerima yang dimaksudkan. Butuh kehati-hatian ketika menulis alamat, harus pasti tidak boleh sedikitpun ada kesalahan. Nama, kecamatan, kabupaten, provinsi, harus jelas juga tepat.

Seringnya yang terjadi, jika penerima berpindah alamat dan pengirim tidak mengetahui hal tersebut maka surat akan dikembalikan. Atau salah menuliskan, maka orang yang menerima bisa lain pula. Belum lagi ketika proses pengiriman, surat bisa basah terkena hujan bahkan hilang tidak tahu kemana. Padahal setiap isinya ada hal penting untuk disampaikan.

Biaya yang dikenai cukup banyak. Membeli kertas dan alat tulis untuk menuliskan isi surat, menyediakan amplop sebagai pembungkusnya, juga perangko yang harus disertakan serta lampiran-lampiran yang lain. Mengirimkannya harus mencari kotak pos terdekat, jika tidak ada maka harus menempuh perjalanan untuk ke kantor pos, yang kurang efisien dalam segi waktu.

Memang hingga kini, peran surat sangatlah penting. Dokumen-dokumen butuh untuk diperiksa secara langsung, terutama yang memiliki badan hokum, maka harus ada cetakan resmi sebagai sebuah bukti. Namun, seiring perubahan zaman banyak kesulitan yang dapat diminimalisir bahkan kemudahan yang yang sangat menguntungkan.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Pentingnya Penggunaan E-Mail Bisnis

Kini, mengirim surat tidak perlu menggunakan proses yang panjang juga merumitkan. Adanya jaringan internet merupakan jalan yang lapang untuk melakukan segala transaksi dengan cepat. Dengan sebuah surat elektronik biasa disingkat menjadi Surel atau sering disebut E-Mail. Merupakan kepanjangan dari Electronic Mail.

Awalnya mengirim surat akan menjadi hal yang melelahkan. Segala kesulitan banyak dihadapi oleh orang-orang. Nah, E-mail sangat mudah untuk digunakan. Dapat diakses kapan saja dan dimana saja, bertukar pesan menjadi lebih nyaman. Tidak perlu lagi dengan banyaknya kekhawatiran. Kenapa begitu? Karena terobosan ini bisa mencakup segala bidang.

Dengan E-Mail bukan hanya sekedar proses mengirim dan menerima pesan. Akan tetapi lebih dari itu, dengan akses internet dan komputer/laptop/smartphone, dapat mengetahui kabar terbaru dari para rekan yang tinggal di tempat yang jauh.

Dulu, jika ingin melamar pekerjaan yang berada di luar daerah tempat tinggal maka harus mengirim surat lamaran kerja melalui kantor pos. Namun, kini hal itu sudah jarang dilakukan. Justru setelah semakin berkembangnya zaman, sudah semakin canggih peralatan. Banyak perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, menganjurkan kepada calon karyawan untuk mengirim berkas data diri hanya melalui E-Mail.

Oleh sebab itu para calon karyawan tidak perlu khawatir apakah surat tersebut sampai atau tidak. Karena sudah pasti alamat E-Mail akan langsung ditujukan kepada HRD, maka dapat langsung diperiksa oleh pihak yang bersangkutan. Keamanan data dan kerapihannya terjaga, tidak perlu waktu lama untuk proses pengiriman, hitungan detik sudah sampai ke tujuan.

Untuk pengumuman seleksi penerimaan calon karyawan, ketika gugur atau diterima maka pihak perusahaan juga bisa langsung menghubungi para pelamar melalui E-Mail. Sangat mudah bukan? Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perseorangan atau perusahaan.

Dan tentu saja masih banyak lagi yang dapat diperoleh keuntungannya. Bagi para pelaku bisnis, E-Mail dapat dijadikan media promosi untuk menarik perhatian pelanggan. Pemberitahuan adanya diskon atau fitur-fitur menarik yang disediakan bisa dikirim dengan cara berkala ke E-Mail pelanggan yang setia. Dengan begitu dapat menghemat biaya promosi secara drastis, cukup mengirim pesan yang sama ke seluruh pelanggan yang telah terdaftar di data penjualan.

Dengan adanya E-Mail bisnis menjadikan perseorangan atau perusahaan akan terkesan lebih profesional. Konsumen akan lebih merasa teryakinkan, ketika melihat dan membaca sebuah profil yang menyertakan E-Mail bisnis sebagai media dalam setiap proses transaksi yang dilakukan. Nah, kini telah banyak penyedia jasa yang menyediakan pembuatan E-Mail bisnis. Salah satunya dan yang terpercaya ialah Rumah Web.

Fitur-fitur yang diberikan sangatlah beragam. Salah satunya ialah adanya Email Domain, dengan hal tersebut dapat membukan akun bisnis sesuai yang diinginkan. Baik individu atau perusahaan-perusahaan dapat menggunakan kemudahan yang telah disediakan. Meyakinkan konsumen atas produk atau jasa yang dijual adalah hal yang sangat penting.

Fasilitas Email Domain dari RumahWeb akan membantu dalam meluaskan dan memperbanyak pelanggan setia yang akan berbondong-bondong membeli produk atau jasa yang dijual. Oleh sebab itu keprofesionalitasan penting adanya dalam memperkenalkan merek yang ditawarkan, yaitu dalam bentuk E-Mail bisnis atau Email Domain. Ketika tertarik kepada sebuah produk barang atau jasa, konsumen akan mempertimbangkan banyak hal untuk melanjutkan ke tahap pembelian. Email Domain yang profesional adalah salah satunya. Maka penting adanya akun bisnis untuk dimikili seseorang atau sebuah perusahaan, baik itu usaha kecil atau besar.

sumber gambar : www.rumahweb.com

Minggu, Februari 16, 2020

Legung Sendu

Photo by Jessica Johnston on Unsplash
Rasa kecewa itu masih ada
Rasa sedih itu masih ada
Sedikitpun tidak memudar

Karena sakit itu terlalu dalam
Letih sebenarnya
Lelah sebenarnya

Tapi, tetap saja
Tangis mengingatkan
Sungguh sesak di dada
Ingin lupa
Tapi tidak bisa

Bukan perkara dendam
Bahkan hingga kini tidak ingin membenci
Sudah seperti saudara sendiri

Tawa masih sama
Menyingsingkan lengan jika diperlukan
Tapi, tetap saja
Tangis mengingatkan

Mungkin karena ikhlas belum ditemu
Marah bisa diredam
Namun, kecewa tetap menggumam

Minggu, Februari 09, 2020

Pagi Terakhir (1)


Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash
Terkadang ada rasa yang harus segera dilawan. Sebuah kisah panjang yang masih harus diperjuangkan, tidak ada kata besok atau nanti. Sekarang dan harus saat ini, semuanya terasa seperti biasa. Banyak peristiwa tapi selayaknya tidak terjadi apa-apa. Beban yang dipikul terlalu berat lebih dari rasa, yang tidak berhak untuk merasa.

Menangis bisa ditahan perih hatinya tidak terlihat. Kewajiban untuk keluarga di rumah. Seorang ayah membanting tulang, bersahabat dengan peluh keringat. Hanya ingin menafkahi pikirnya, itu yang diingatnya.

Padahal anaknya baru saja pergi. Jauh tidak kembali, mendadak terbaring. Baru saja pagi tadi berjumpa. Berpamitan ingin ke sekolah. Telepon berdering seketika, yang di rumah memberi kabar, sedih dan perih ketika berbicara. Terbata-bata berkata, tidak sampai hati menyampaikan. Sang buah hati telah berpulang.

Pagi itu memang tidak seperti kebiasaan. Bangun dan selalu riang, menyempatkan untuk sekedar sebentar menjahili Sang Kakak saat bersiap-siap ke sekolah. Akan tetapi, hampir tidak terdengar sama sekali suaranya. Terlalu banyak diam, hingga berpamitan dengan kata-kata singkat. Keluarga pun tidak merasa ada yang janggal. Mungkin, hanya sedang tidak ingin berbicara.

Pakaian seragam berwarna coklat terakhir yang terlekat. Hanya berjarak beberapa meter,tidak banyak menit yang dibutuh untuk waktu yang telah ditempuh. Kabar sedih itu datang mendadak dari mereka yang berangkat beriringan bersama. Bahwa yang disayang sudah tidak bernyawa.

Masih bingung dengan keadaan. Akan tetapi harus menghadapi kenyataan yang menyedihkan. Segera menuju tempat yang telah disebut, tubuh telah terbujur kaku.Padahal, masih banyak hal yang ingin dilakukan. Perjalanan ke sekolah yang tidak terselesaikan, anak kesayangan telah pergi meninggalkan.

Pagi itu menjadi perjalanan terakhirnya
Pagi itu menjadi seragam terakhir dikenakannya
Pagi itu si ibu menangis
Pagi itu si ayah menangis

Seluruh orang sangat kehilangan
Dengan mendadak ia pergi meninggalkan

Banyak suara yang meronta
Menjerit tak karuan
Menderu Isak tersedu

Pagi itu ia masih ada
Pagi itu juga ia telah tiada

Suara ramai klakson, terang lampu kendaraan menjadi temannya di sepanjang malam. Menyetir melawan kantuk, bersiaga dan waspada. Namun malam itu dihiasi lantunan do'a terbaik untuk ketenangan si bungsu kesayangan. Sang ayah ikut di tengah-tengah barisan. Duduk bersama para tetangga agar anaknya tenang di tempat barunya.

Dering telepon menyeru lekas balik ke rumah. Untuk hari itu, sang ayah tidak menyetir. Memutar balik arah untuk pulang. Momen terakhir mengantarkan anaknya, hari yang sangat mengejutkan baginya. Ia kira akan bekerja seharian, menyetir kendaraan dengan roda-roda besar seperti biasa. Pulang ke rumah jika sudah waktunya dan anggota keluarga dengan jumlah yang utuh akan menyambut kedatangannya. Termasuk si bungsu.

Namun, hari itu harus pulang bekerja lebih awal. Langsung meletakkan pekerjaannya, bergetar tubuh mendengar kabar duka. Sang Ayah mengira hanya kecelakaan biasa, padahal puteranya sudah tidak bernyawa. Jika dengan sakit bisa diobati, bagaimana dengan kehilangan? Tidak akan bisa dimiliki lagi. Beberapa hari akan meratapi, begitu cepat puteranya pergi.

Ingin memutar waktu
Tetapi sudah berlalu
Yang pergi tidak akan kembali
Yang pergi tidak dapat dijumpai lagi

Peluh keringat mencari nafkah
Untuk mereka yang di rumah
Tetapi keluarganya tidak lagi sama
Ada yang tidak bersama

Kue ulang tahun sudah ditempah
Bentuk dan rupa sesuai selera
Tetapi do’a dilantunkan berbeda
Sungguh malang nasib badan
Telah pergi meninggalkan

Jumat, Januari 31, 2020

Dimensi Waktu

sumber gambar : undraw.co

Bangun pagi, dengan perasaan lusuh yang selalu rajin mampir. Beranjak dari kasur, menarik napas harap malas segera luntur. Sepotong roti, selai manis stroberi menjadi santapan setiap hari. Lalu, menyeruput kopi hitam pekat. Aromanya sedikit menenangkan pikiran yang campur aduk, mata yang masih mengantuk juga perasaan suntuk.

Ke sekolah, bekerja, berbelanja, atau diam di rumah. Ada kesibukan yang padat menyita waktu sesuai porsi yang telah dibagi. Seperti terjebak waktu, rotasinya berputar di satu poros.Dua puluh empat jam sehari, tiga puluh hari dihabiskan, dengan beragam kegiatan.

Hari ini menaiki kendaraan yang sama lagi, karena memang tidak pilihan yang lain. Berdesakan di dalam kereta. Masing-masing penumpang ada tujuannya. Dengan menempuh beberapa menit, menunggu sambil membaca berita elektronik, atau sekedar berbincang dengan mereka yang sering ditemui. Dalam sepekan orang-orang dengan wajah serupa, sering duduk bersebelahan, hingga akhirnya akrab dengan tidak disengaja.

Duduk berjam-jam, menatap layar berukuran beberapa inci. Deretan baris berisi angka dan kata-kata, diketik dengan seksama. Tidak boleh ada yang salah maka akan beda hasilnya. Membuat laporan jika diminta. Mencetak kertas basah yang sudah terkena tinta.

Kemarin mendengarkan suara bentakan, ternyata hari ini juga. Menurutnya ada yang kurang saat proses pengerjaan. Harus kembali diulang, jika belum dapat koreksi yang membenarkan maka tidak akan boleh pulang. Terlewatkan begitu saja petang yang ada di depan mata. Dengan angkuhnya turut menenggelamkanmentari dari sebelah barat.

Menghela napas lagi. Lelah sudah pasti.Ketika memilih jalan seperti ini untuk di lalui, maka harus dinikmati. Lembaran almanak di dinding sudah bermacam-macam corak diganti. Berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, namun masih setia duduk di satu ruangan itu.

Esok pagi-pagi harus naik kereta lagi. Berdesak-desakan seperti itu lagi. Bentakan berirama keras sang nyaring. Telinga sudah terlanjur kebal mendengarnya, tapi hati ini tetap saja merasa sedih. Rasanya seperti dejavu, padahal memang kenyataan yang terjadi seperti itu. Rotasi yang sama berputar dengan sesukanya.

Terjatuh dalam mesin waktu
Terus-menerus
Terulang hingga menjeluak
Pasti begini
Pasti begitu

Terjatuh dalam mesin waktu
Sama dengan esok
Tidak ada yang belok
Tetap Lurus berjibaku

Matahari tetap terbit dari timur, lalu terbenam perlahan di sebelah barat. Angin akan terus berhembus, oksigen mengalir memberi napas. Bulan juga akan tampil di malam hari. Semuanya banyak yang pasti di dunia ini. Bekerja setiap hari, jadwal yang padat dalam sepekan. Bangun pagi pulang sore hari. Dimarahi, hari ini. Terus berulang siklusnya.

Akan tetapi  kejenuhan yang dialami, tetap harus disyukuri. Dan bisa saja, walaupun hari ini dirundung hujan ketika beraktifitas, namun, belum tentu besok juga akan hujan. Setiap waktu punya rahasianya masing-masing. Hari berganti begitu pula dengan takdir yang dibawanya, percayalah tidak akan pernah sama, selagi terus berpikir positif. Dikala pikiran kusut melanda, lakukan hal-hal yang menjadi kegemaran untuk menimbulkan rasa nyaman.

Sekedar mencari udara segar di luar ruangan sempit, melihat awan bergerak beriring. Polanya juga selalu berubah. Kadang bulat, bergerigi, dan lain-lain. Terjebak di mesin waktu, berputar terus menerus. Namun, akan ada keajaiban menanti jika hati ini bersabar dalam menjalani.